
SAMPANG, BANGSAONLINE.com β Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP pada hari ketiga di Kabupaten Sampang, berjalan lancar. Namun yang tidak ikut UN tahun 2015 ini tertinggi dari sebelumnya, karena jumlahnya mencapai 338 pelajar.
Berdasarkan keterangan Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Arif Budiansor, S.Pd, angka 338 yang gagal ikut UN karena putus sekolah dan sebagian memilih kawin muda.
Rincian peserta dari SLTP atau SMP naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang sebanyak 257 pelajar atau siswa-siswi dari jumlah peserta 8.580 pelajar.
Sementara di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Sampang hanya 81 pelajar dari jumlah peserta 4.666. "Dari 338 peserta, hanya 11 pelajar yang berketerangan sakit, artinya sekitar 95% lainnya karena keterangan Drop Out (DO) dan kawin muda," katanya.
Dijelaskan Arif Budiansor, UN saat ini bukan semata kegagalan pendidik atau guru pengajar, melainkan kurangnya partisipasi aktif peran orang tua terhadap putra-putrinya akan pentingnya pendidikan di masa depannya.
"Dari sejumlah peserta yang tidak ikut UN mayoritas daerah Utara Kota Sampang, yaitu Kecamatan Robatal, Ketapang, Banyuates, Tambelangan. Akan tetapi bagi mereka yang putus sekolah Dinas Pendidikan akan memfasilitasi Ujian Paket B sebagai alternatif Unasβ pungkas Arif. (hri/rvl)



