Gubernur Khofifah ketika menghadiri pelaksanaan Annual International Conference of Islamic Studies atau AICIS 2023.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengapresiasi pelaksanaan Annual International Conference of Islamic Studies 2023 (AICIS 2023) yang digelar di Sport Centre and Multipurpose Building K.H. Saifuddin Zuhri Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya, Selasa (2/5/2023).
Mantan Menteri Sosial itu menyebut, agenda tersebut merupakan pertemuan budaya dan pemikiran untuk memperkuat 3 unsur dasar yang dibutuhkan dunia, yakni perdamaian, keharmonisan, dan kesejahteraan.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
- Jawa Timur Raih Penghargaan Penurunan Pengangguran Terbaik
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
"Peace, Harmony, and Prosperity adalah 3 unsur dasar yang dibutuhkan dunia. Ada pertemuan pikiran, pertemuan budaya, dan pertemuan gagasan dalam forum strategis ini. Maka tentu akan memberikan rekomendasi strategis bagi Indonesia dan dunia," ujarnya.
Ia pun berharap, AICIS 2023 dapat melahirkan rekomendasi kebijakan terkait interpretasi fiqih Islam kontemporer, terutama bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pasalnya, seiring perkembangan zaman terdapat tantangan baru yang makin kompleks baik bagi umat Islam maupun untuk perdamaian dan harmoni intern dan antarumat beragama.
"Umat Islam di seluruh dunia menghadapi tantangan baru dan kompleks. Rekontekstualisasi fiqh kembali dikaji dengan lebih kontekstual dalam menjawab persoalan global. Pentingnya nilai-nilai Kemanusiaan dan spirit beragama harus dikaji lebih komprehensif. AICIS 2023 ini menjadi forum yang tepat untuk policy recommendation," paparnya.

Tak hanya sepakat dengan muatan AICIS 2023, Khofifah juga mendukung diadakannya forum yang terpusat di Jawa Timur. Hal ini karena Jatim merupakan tempat lahirnya konsep Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut dia, Jawa Timur sebagai Bumi Majapahit adalah tempat dikenalkannya Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, yaitu ajakan untuk saling toleransi yang menyatakan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetaplah satu.
Frasa ini diungkapkan oleh Mpu Tantular dalam Kitab Sutasoma untuk menggambarkan kehidupan di zaman Majapahit ketika masyarakat beragam tetapi saling hidup berdampingan dengan damai.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




