“Orang yang Hidup di Indonesia, kemudian tidak melalukan perjuangan dia telah berbuat maksiat. Orang yang hanya memikirkan pendidikan dan ekonominya sendiri, maka orang itu telah berbuat maksiat. Kita semua harus memikirkan perjuangan orang banyak," kata Dodong.
Artinya, kegiatan seminar ini menjadi bukti bahwa santri tidak lagi diidentikan dengan kaum sarungan tradisional yang hanya berkutat pada kitab kuning. Tapi santri juga menjadi penyanggah republik ini dengan memberikan kontribusi besar pada dunia pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan teknologi informasi.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad 1445 H ini akan dihadiri oleh dewan Pengasuh PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo khususnya Pengasuh PP Nurul Jadid KH Zuhri Zaini, para alumni, santri, wali santri, dan simpatisan yang berada di Surabaya,Gresik, dan Sidoarjo. Ceramahnya akan diisi oleh KH Musleh Adnan dan KH Muhammad Nur Hayyid.
Sedangkan untuk kegiatan seminar santri menghadapi tantangan era globalisasi ini akan dihadiri dan diisi langsung oleh Kepala Pesantren PP Nurul Jadi KH Abdul Hamid Wahid, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Pangdam V Brawijaya Mayjend Farid Makruf, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Prof. Masud Said, Prof Dr Moh Khusnuridlo, Prof Drs Wibisono Hardjo Pranoto, Ma'ruf Nidhomuddin dan dimoderatori oleh Dr Moh Syaeful Bahar.










