Gubernur Khofifah saat memimpin rapat setelah melaksanakan Umroh.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah langsung memimpin rakor program kerja Pemprov Jatim Tahun 2024 begitu tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo, usai menunaikan ibadah Umroh, Rabu (10/1/2024).
Setibanya di VIP Room Bandara Juanda, mantan Menteri Sosial itu langsung disambut lantunan Sholawat oleh jajaran kepala OPD dan staf Pemprov Jatim yang sudah berbaris menunggu. Usai menyapa satu per satu para kepala OPD dan staf yang menyambut, Khofifah langsung memimpin rakor bersama jajaran kepala OPD Pemprov Jatim.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Dalam agenda tersebut, gubernur menyoroti sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Jatim 2024. Ia menekankan, sektor pendapatan tersebut harus terus dioptimalkan untuk bisa memaksimalkan proses pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat.
"Dalam rapat tadi dijelaskan berapa besaran belanja, sumber pendapatan, prioritas-prioritas penggunaannya, serta highlight dari perjalanan pembangunan 2024. Untuk itu, saya meminta agar lebih dimaksimalkan lagi sumber-sumber pendapatan baik dari BUMD maupun UPT," paparnya.

Khofifah menjelaskan, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim TA 2024. Di mana besaran Pendapatan Jatim mencapai Rp31,418 T, dan Belanja Daerah sebesar Rp33,265 T.
Mengacu pada data tersebut, gubernur menyebut bahwa perlu ada upaya optimalisasi, khususnya dari BUMD dan UPT dalam mendongkrak pendapatan daerah. Untuk itu, ia meminta segenap jajaran OPD Pemprov Jatim untuk bersama-sama memaksimalkan dan mendorong BUMD terkait.
"Dari BUMD, harapannya agar kinerja Bank Jatim terus ditingkatkan. Kemudian PT. Panca Wira Usaha, Pelabuhan Probolinggo bahkan misalnya Tahura yang dalam koordinasi Kementerian kehutanan," ujarnya.
Selain optimalisasi pendapatan, Khofifah juga menyoroti upaya peningkatan investasi di Jawa Timur, khususnya untuk menambah Investment Project Ready to Over (I-PRO). Dua proyek strategis yang disampaikannya adalah Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Bangkalan, Madura dan Puspa Agro di Sidoarjo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




