Hadiri Rakorpusda BI 2024, Pj Gubernur Jatim Gagas Skema Program Korporasi Petani

Hadiri Rakorpusda BI 2024, Pj Gubernur Jatim Gagas Skema Program Korporasi Petani Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, saat menghadiri Rakorpusda BI 2024 di Malang.

"Untuk menyikapi hambatan dan pengendalian inflasi di Jatim inilah maka, TPID Jatim mau tak mau harus memperkuat kelembagaan petani. Salah satunya melalui program korporasi petani," tegasnya.

Tak hanya itu, Pj. Gubernur Adhy menyebutkan bahwa Jatim terus berupaya mengoptimalkan perdagangan antar provinsi untuk pengendalian inflasi nasional.

Yaitu dengan mengoptimalkan perdagangan antar pulau melalui kerjasama inter-provinsi (KIP) melalui kegiatan misi dagang yang sepanjang tahun 2019-2023 transaksi misi dagang berhasil mencapai angka 11,5 triliun dengan total transaksi sebanyak 1.641 dalam negeri dan 39 transaksi luar negeri.

"Jawa Timur ini setiap bulan melakukan misi dagang antar provinsi, setiap bulan misi dagang dan kalau di wilayah timur itu pasti surplus Jawa Timur," ucapnya.

Di akhir, Adhy menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan untuk pengendalian inflasi TPID Jatim dari pengalaman Jawa Timur. Diantaranya, melalui usulan program sinergi – pengendalian inflasi seasonal antara lain optimalisasi dan perluasan wartek bersama TPID Jatim, optimalisasi dan perluasan KAD antar rovinsi dan KID Jatim bersama TPID Jatim. Juga optimalisasi e-commerce bersama TPID Jatim.

"Prinsipnya kita selalu menjaga, mewaspadai bagaimana komoditas pangan sebagai sumber atau faktor inflasi dan Jawa Timur mengalami itu khusus di beras dan cabai. Kalau cabe tidak terlalu tetapi beras, walaupun beras kami surplus tapi ternyata bagaimana kondisi di lapangan sangat tergantung pasokan beras dari Bulog," ungkapnya.

Rekomendasi lainnya, juga melalui usulan program sinergi – pengendalian inflasi struktural diantaranya melalui optimalisasi pembentukan BUMD pangan Jatim bersama TPID Jatim, dan Penguatan cooperative farming atau korporasi petani nelayan bersama TPID Jatim.

"Kita berharap rakor ini bisa memberikan referensi pengendalian inflasi di pulau Jawa, karena Pulau Jawa menjadi referensi nasional. Juga bisa menghasilkan langkah konkret dalam menjaga inflasi menjelang ramadhan dan idul Fitri dapat terjaga dengan baik," pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, juga telah disepakati 3 (tiga) komoditas utama yang menjadi fokus pengendalian inflasi ke depan yaitu, beras, aneka cabai (cabai merah dan cabai rawit), serta bawang merah.

Sementara, wilayah pengendalian difokuskan kepada 3 (tiga) besar daerah penyumbang dengan tingkat inflasi tinggi serta 2 (dua) besar daerah dengan bobot tertinggi. Yang mana untuk Jatim daerah prioritas, yaitu Madiun, Sumenep, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Surabaya.

Adapun dalam menghadapi sejumlah tantangan inflasi pangan ke depan, telah disepakati 3 (tiga) strategi utama dalam mengendalikan risiko inflasi pangan di wilayah Jawa, yaitu penguatan produktivitas pangan strategis baik on farm maupun off farm, khususnya pada 16 klaster komoditas beras, 18 klaster aneka cabai dan 13 klaster bawang merah di wilayah Jawa.

Kemudian perluasan dan penguatan ekosistem BUMD Pangan di wilayah Jawa (Kerjasama antar daerah/KAD terintegrasi antara klaster ketahanan pangan dan off taker BUMD), dengan realisasi 8 KAD, serta 24 KAD potensial lainnya.

Dan perluasan warung TPID sebagai warung pengendalian inflasi pangan pada 11 (sebelas) daerah prioritas. Serta penguatan komunikasi efektif pada seluruh aspek strategi.

Selain menghasilkan 3 (tiga) strategi utama, dalam penyelenggaraan kegiatan Rakorpusda Pengendalian Inflasi Wilayah Jawa, telah dilakukan penandatanganan Kerjasama antara klaster ketahanan pangan dan BUMD/BUMP di wilayah Jawa sebagai bagian dari strategi implementasi penguatan pengendalian inflasi.

Ke depan, bersama dengan TPID dan TPIP senantiasa terus bersinergi, berinovasi dalam mengimplementasikan tiga strategi dalam kerangka 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif).

Lebih lanjut juga berupaya mengoptimalkan langkah pengendalian harga terutama melalui pengelolaan suplai pangan, termasuk mendorong produksi menuju ketahanan pangan yang integratif dan masif guna mendukung tercapainya stabilitas inflasi wilayah Jawa pada rentang sasaran nasional 2,5±1% (yoy). (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO