SURABAYA, BANGSAONLINE.com â Ternyata guru tak boleh berpenampilan sembarangan, terutama saat mengajar para muridnya. Selain harus suci dari hadats dan najis, juga harus menjaga penampilan. Bahkan guru sebaiknya mengenakan pakaian terbaik dan menyemprotkan parfum atau minyak wangi.
Itulah salah satu pesan inti Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asyâari dalam Kitab Adabul âAlim wal-Mutaâallim yang secara khusus membahas tentang keutamaan ilmu, akhlak guru, akhlak murid, dan tata cara mengajar yang baik.
âKetika guru hendak mengajar maka sebaiknya dia bersuci dari hadas dan najis, membersihkan diri, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang sesuai dengan zamannya,â tulis Hadratussyaikh.
Untuk apa? âGuru melakukan itu dengan niat untuk memuliakan ilmu dan mengagungkan syariat Allah,â tegas Pendiri Pesantren Tebuireng dan organisasi Nahdlatlul Ulama (NU) itu.
Hadratussyaikh yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan RI itu juga berpesan bahwa guru dalam melaksanakan aktivitas mengajarnya sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyebarkan ilmu, menghidupkan agama Islam, dan menyampaikan hukum-hukum Allah SWT.
Menurut Hadratussyaikh, ketika seorang guru meninggalkan rumah menuju tempat mengajar, sebaiknya ia berdoa sesuai doa yang sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Tak hanya itu, ketika berangkat dari rumah harus berdzikir sampai tiba di tempat mengajar.
âKetika tiba di tempat mengajar, guru hendaknya mengucapkan salam kepada para hadirin (murid), lalu duduk, kalau bisa menghadap kiblat dengan penuh kharisma, tenang, dan merendah serta khusuâ,â pesan Hadratussyaikh.
Yang juga perlu diiingat, Hadratussyaikh berpesan, âJangan sekali-kali mengajar dalam keadaan sangat lapar dan haus, atau keadaan susah, marah, mengantuk, dan keadaan cuaca yang begitu dingin atau panas yang mengganggu.â
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, kitab-kitab karya Hadratussyaikh itu kini sudah banyak diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Terutama oleh para ustadz Pesantren Tebuireng yang kemudian diterbitkan oleh Pustaka Tebuireng. Termasuk kitab Adabul âAlim walâMutaâallim.
Kitab-kitab tersebut kini dihimpun bersama karya-karya Hadratussyaikh yang lain dengan judul Mahakarya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asyâari. (m.masâud adnan/bersambung)










