Hadapi MEA, Pemkab Gresik Bantu Sertifikasi UMKM

Hadapi MEA, Pemkab Gresik Bantu Sertifikasi UMKM Para UMKM yang bergerak dalam budi daya ikan untuk bahan olahan makanan. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com telah melakukan berbagai persiapan untuk membentengi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dalam menghadapi perang bebas MEA. Salah satu upayanya adalah, dengan membantu sertifikasi para UMKM agar mereka bisa muda lakukan penjualan produk atau pameran hingga luar negeri.

bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur kini melakukan kerja sama dalam hal memeromosikan UMKM untuk bisa ikut pameran di luar negeri. Baru-baru ini pemerintah Provinsi Jatim menawari Nur Komari (32), asal Desa Tanjangawan Kecamatan Ujungpangkah untuk mengisi gerai pamer produk Indonesia di Singapura.

Dengan sedikit keraguan, Nur Komari yang punya usaha produk olahan berbahan dasar ikan laut menyanggupi untuk menjadi salah satu dari 800 macam produk yang akan dipamerkan. Keraguan pemilik produk bermerk Hamila Food ini terkait produk olahan yang berupa otak-otak, nugget, bakso ikan, kripik kulit ikan, abon lele dan lain lain produksinya karena masih terdapat banyak kekurangan.

Nur Komari mengaku dari sisi kemasan, produknya masih kalah dari produk sejenis dari negara lain. Selain itu beberapa persyaratan lain misalnya tidak adanya code, merk yang terdaftar, serta sertifikat kesehatan dan sertifikat halal membuat Nur Komari agak sedikit ragu.

Terlebih, selama ini Nur Komari juga tidak berproduksi secara kontinyu. Dia hanya mengandalkan pesanan saja. “Dalam se minggu bisa menghasilkan produk rata-rata satu kwintal," ujarnya.

Bapak dua orang anak ini mengaku pemasaran hasil produksinya sudah sampai ke Mataram (NTB), Bandung dan Jogjakarta. Dalam usahanya, Nur Komari mengaku dibantu oleh 3 orang tetangganya.”Ya kalau banyak pesanan, kami meminta bantuan tenaga dari tetangga yang lain," jelasnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO