Presiden Joko Widodo menyalami prajurit TNI saat mengunjungi Markas Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU di Jalan Terusan Kopo, Kabupaten Bandung, Selasa (15/11).
BANDUNG, BANGSAONLINE.com - Kegiatan safari militer Presiden Joko Widodo masih berlanjut. Kali ini, giliran Markas Korps Pasukan Khas (Paskhas) di Lanud Sulaiman dan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung yang disambangi Jokowi.
Di markas pasukan elite Angkatan Darat itu, Jokowi memberikan pengarahan kepada prajurit Paskhas. Sementara, di Secapa TNI AD, Presiden memberikan pengarahan pada acara Apel Komandan Korem-Komandan Kodim se-Indonesia.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
Turut mendampingi Jokowi yakni Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsma TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.
Presiden menekankan pentingnya loyalitas kepada negara Indonesia. Jokowi juga menginstruksikan prajurit yang mengenakan baret jingga itu untuk tak menolerir tindakan yang memecah belah bangsa Indonesia baik melalui provokasi dan politisasi.
"Berdirilah tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, untuk kejayaan Indonesia, untuk kejayaan Merah Putih. Jangan pernah mundur dari ancaman mereka yang ingin memecah belah bangsa kita, mengadu domba bangsa," ujar Jokowi melalui keterangan resmi, Selasa (15/11).
Pekan lalu, secara berturut-turut Presiden Joko Widodo mendatangi tiga markas pasukan elit Indonesia, yaitu Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD di Cijantung; Markas Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri di Kelapa Dua, Depok; dan Markas Korps Marinir TNI AL di Cilandak Timur, Jakarta Selatan.
Di hadapan prajurit Paskhas TNI AU, Jokowi juga menegaskan kunjungannya ke markas TNI dan Polri untuk memberikan rasa tenteram dan aman kepada masyarakat. Khususnya, pascademo besar 4 November lalu.
"Saya datang ke markas-markas di TNI dan Polri ini untuk memberikan rasa tenteram bagi masyarakat. Karena pasukan semuanya pada posisi siap mengamankan negara. Jadi justru menentramkan. Negara aman, sangat aman," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Sebelum meninggalkan Markas Komando Kopaskhas, ia mengingatkan pasukan dengan mengutip pesan Presiden Soekarno, yakni bekerja tanpa pamrih dan tanpa menghitung untung dan rugi menjaga keberlangsungan bangsa.
Jokowi meninggalkan pesan kepada mereka melalui sebuah papan putih bertuliskan, "Tetaplah bangga menjadi Pasukan Baret Jingga, bekerjalah tanpa menghitung untung dan rugi, untuk kejayaan NKRI."
Di hadapan pasukan Kopassus, Brimob, dan Marinir, sebelumnya Jokowi menekankan tiga poin, yaitu legitimasi (legitimacy), keamanan (security), dan kebhinekaan (diversity) Indonesia.
Psywar Jokowi
Menurut Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjdjaran, kedatangan Jokowi ke markas pasukan elit Indonesia memiliki tiga makna.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




