Moh. Najikh, Kepala Diskop UKM dan Perindag ketika mengikuti lelang jabatan sekda. (foto: syuhud/bangsaonline).
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Teka-teki mengapa para pejabat di lingkup Pemkab Gresik akhir-akhir ini kurang berminat mengikuti lelang jabatan terbuka, akhirnya terkuak. Para pejabat baik yang sudah pernah ikut maupun belum, ternyata mengalami trauma psikis jika disuruh ikut lelang lagi.
Kondisi ini kabarnya dipicu karena lelang jabatan hanya sekadar formalitas untuk menggugurkan kewajiban dalam menjalankan peraturan perundang-undangan. Sebab, lelang tersebut, menurut pejabat di lingkup Pemkab Gresik hanyalah sebuah kamuflase untuk mengegolkan seorang pejabat untuk menduduki jabatan tertentu.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
"Makanya, jangan heran jika ada lelang jabatan, para pejabat kurang tertarik untuk ikut. Sebab, mereka sudah tahu siapa yang akan diplot dan dijadikan untuk menduduki jabatan yang dilelang," kata salah satu pejabat di lingkup Pemkab Gresik kepada BANGSAONLINE, Rabu (23/11)
"Sudah sudah sekali saja ikut lelang. Saya sudah trauma psikis ikut lelang. Percuma nggetu-nggetu (serius) belajar untuk menghadapi ujian dari tim lelang, kalau pejabat yang dikehendaki pimpinan (bupati) sudah ditentukan," imbuhnya.
Sekadar diketahui, lelang jabatan yang digelar Bupati Sambari Halim Radianto 2 kali terakhir kurang banyak diminati peserta. Sebagai contoh lelang jabatan Sekda (sekretaris daerah). Lelang jabatan top leader birokrasi tahap I itu sempat molor, karena peserta yang ikut tidak memenuhi syarat.
Sehingga, Bupati membuka lelang gelombang II untuk jabatan sekda. Meski kala itu, banyak eselon II yang memenuhi persyaratan, namun tidak banyak yang tertarik ikut.
Kemudian, lelang kedua adalah lelang jabatan Kepala Dinas Kesehatan setelah ditinggal pensiun dr. Sugeng Widodo. "Lelang itu pun juga banyak pejabat yang memenuhi syarat tak tertarik ikut karena mereka sudah tahu siapa pejabat yang akan ditunjuk oleh Bupati," ungkap pejabat tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




