John Vera Tampubolon, Ketua Projo Pacitan (tengah) saat bersama Ketum Projo Budiari dan Sekjen.
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Organisasi ProJokowi (Projo) Pacitan bersyukur sampai saat ini suasana politik di Kota 1001 Gua cenderung kondusif, meski beberapa waktu lalu sempat ramai gerakan #2019GantiPresiden.
"Situasinya memang sudah adem, ayem, tenterem. Hanya saja, kita tetap waspada terhadap gerakan-gerakan yang mungkin akan membuat kegaduhan," ujar Ketua Projo Pacitan, John Vera Tampubolon, Senin (17/9).
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Mau Hapus Wajah Jokowi dari Logo, Bantah Projo Singkatan Pro Jokowi, Budi Arie Takut Kasus Judol?
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
John menyebut, Projo merupakan organisasi yang kuat dan militan. "Kami bukanlah organisasi kardus. Yang utama, selalu kita kedepankan kedamaian, bukan permusuhan. Silakan mereka mau berkoar-koar apapun, sepanjang tidak mengganggu ketenteraman, kami masih diam. Namun kalau sudah mengarah ke perpecahan, Projo jelas akan bersikap sebagaimana ketentuan aturan yang ada," jelas mantan anggota legislatif masa bakti 1999-2004 ini.
Disinggung soal langkah politik di Pilpres 2019, John menegaskan bahwa Projo mempunyai kewajiban untuk mewujudkan Jokowi dua periode.
"Beliau (Jokowi, red) sejatinya sangat dekat dengan Pacitan. Itu terbukti saat kunjungan kerja pasca banjir tahun lalu. Pak Jokowi sempat menanyakan, butuh berapa Pacitan dalam rangka pemulihan paska bencana. Namun sayang, pertanyaan itu tak sempat dijawab dengan tegas oleh pemangku kebijakan di Pacitan. Sejarah inilah yang perlu dipahami masyarakat di Pacitan," ungkapnya. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




