Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito (tiga dari kiri) saat menyerahkan bantuan kepada korban terdampak banjir.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik merilis jumlah kerugian akibat banjir yang disebabkan luapan Kali Lamong, yakni mencapai Rp 78,8 miliar. "Kerugiannya mencapai Rp 78.843.000.000," ujar Kepala BPBD Tarso Sagito kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (14/5).
Ia lantas merinci kerugian itu berasal dari seumlah obyek areal sawah dan tambak yang terendam di wilayah Kecamatan Cerme, Benjeng, Balongpanggang, Duduksampeyan, dan Menganti.
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
- Tanggul Kali Lamong Jebol, Permukiman Warga di Selatan Gresik Terendam Banjir
Untuk areal persawahan yang terendam mencapai seluas 1.601,1 hektar dengan total kerugian Rp 48.033 juta dan tambak seluas 1.027 hektar total Rp 30.810 juta.
Kerugian sebesar itu berasal dari Kecamatan Balongpanggang dengan luasan sawah yang terendam 255 hektar kerugian Rp 7.650 juta, Benjeng 786,1 hektar kerugian Rp 23.583 juta, Cerme sawah terendam 419 hektar kerugian Rp 12.570 juta, dan tambak 1007 hektar kerugian 30.210 juta.
Kemudian, untuk Kecamatan Menganti sawah terendam 111 hektar kerugian 3.330 juta, Kedamean sawah terendam 30 hektar kerugian 900 juta, serta di Duduksampeyan Tambak seluas 20 hektar terendam dengan kerugian 600 juta.
Tarso menambahkan, para korban yang sawah dan tambaknya terdampak banjir itu sampai saat ini baru mendapatkan bantuan sembako. "Baru sembako yang mereka terima," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




