Wali Kota Risma, Wawali Whisnu, dan jajaran Forkopimda foto bersama berikut sebuah lukisan wajahnya yang dihiasi pula dengan bunga-bunga Tabebuya. foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ada yang berbeda dari Pemkot Surabaya dalam memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726 tahun 2019 ini, Jumat (31/5). Para peserta upacara hingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tampak berbusana ala Cak dan Ning. Belakangan diketahui, acara sengaja dikonsep resepsi.
Pada kesempatan ini, Risma mengajak wargaKota Surabaya, terutama anak-anak untuk siap menghadapi pasar bebas/global. Sebab, hal itu akan berdampak pada perdagangan barang dan jasa.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis

(Wali Kota Risma saat memberikan menyerahkan pemberian izin pemakaian rumah bagi para veteran.)
Risma mengungkapkan, untuk menghadapi perdagangan bebas global 2020, telah dikembangkan usaha berbasis kewirausahaan dan kemandirian yang telah berkembang pesat, yaitu Koperasi dan Pra Koperasi Toko Kelontong 10 Rumah Susun tersebar di Surabaya.
“Diharapkan tahun ini akan terbentuk 31 koperasi toko kelontong di kecamatan. Yang akan difasilitasi aplikasi untuk memudahkan kulakan dengan harga yang lebih murah. Bentuk Koperasi dipilih untuk mengakumulasi kekuatan ekonomi rakyat dan keuntungan kembali ke anggotanya,” kata dia.
Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mengaku sangat bersyukur soliditas dan semangat warga kota dengan segenap pemangku kepentingan Surabaya yang sangat sungguh luar biasa, terutama dalam menghadapi rintangan ataupun hambatan dan bahkan cobaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




