PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan Pemprov Jatim wilayah Pacitan Ninik Setyorini, kembali mengimbau agar masyarakat tidak panik menyikapi pemberitaan terkait potensi gempa dengan kekuatan 8,8 Skala Richter (SR) di laut Jawa.
"Jangan sampai ada kepanikan atau kekhawatiran berlebih. Ini adalah kajian mengenai potensi gempa, jadi bukan sesuatu yang pasti terjadi. Tapi dari kajian tadi yang diperlukan adalah kewaspadaan untuk mitigasi ketika gempa terjadi," terang Ninik kepada BANGSAONLINE.com melalui percakapan WhatsApp, Jumat (19/7).
Menurut istri dari Wabup Pacitan Yudi Sumbogo ini, berdasarkan rilis dari BMKG, Selatan Jawa memang termasuk daerah rawan gempa. "Dan ini terjadi sejak dahulu, tidak hanya sekarang," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kondisi cuaca pada Jumat ini. Yakni secara umum berawan di sebagian besar wilayah perairan Jawa Timur. arah angin didominasi dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin maksimum di laut Jawa bagian timur 28 knots (52 km/jam) dan Selat Hindia selatan Jatim 30 knots (56 km/jam).
"Tinggi gelombang di Selat Madura antara 0.5 - 2.0 m, laut Jawa bagian Timur antara 1.5 - 3.5 m dan Selat Hindia selatan Jatim antara 2.0 - 4.0 m. Waspada tinggi gelombang mencapai 3.0 m di perairan Masalembu, Perairan Bawean dan Perairan Utara Jatim, serta lebih dari 3.0 m di laut Jawa bagian Timur perairan Kangean, perairan Selatan Jatim, dan Selat Hindia Selatan Jatim," tandasnya. (yun/rev)




