Pasar Baru Gresik milik Pemkab Gresik di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Gebrakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar pasar-pasar tradisional milik Pemkab Gresik tak kumuh sehingga nyaman untuk transaksi ekonomi, ditindaklanjuti Dinas Koperasi, UKM, dan Perindag.
Sebelumnya, Bupati Gus Yani sempat marah saat sidak di Pasar Petiken Kecamatan Driyorejo, Jumat (5/3/2021). Ia mendapati kondisi pasar kumuh lantaran sampah berserakan. Pada sore harinya, pengelola pasar langsung membersihkan selokan dan mencuci lantai pasar.
BACA JUGA:
- Perluas Lapangan Kerja, Wakil Bupati Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri
- Bupati Gresik Salurkan Stimulan Usaha Rp215 Juta untuk Eks PKL Kali Avoor
- Bupati Gresik Paparkan Silpa Rp452 Miliar di APBD 2025
- Percepat Penurunan Stunting di Kota Pudak, Wakil Bupati Gresik Tegaskan Sinergi Lintas Sektor
Kemudian Diskop, UKM, dan Perindag juga langsung membersihkan sampah di Pasar Baru Kota Gresik. Diskop menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membersihkan sampah-sampah basah dan kering agar kondisinya tak kumuh.
Kepala Diskop, UKM, dan Perindag Gresik Agus Boediono menyatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan DLH untuk membersihkan sampah di Pasar Baru Greik.
"Terjadinya penumpukan sampah di Pasar Petiken Driyorejo dan Pasar Baru Gresik dikarenakan pedagang menaruh sampah seenaknya. Sehingga terlihat kumuh. Alhamdulillah, sudah tidak ada masalah, Kepala UPT Pasar siap melaksanakan sebagaimana kewajibannya, yaitu menjaga kebersihan lingkungan pasar," jelas Agus Boediono .
Dikatakan Agus, saat ini sudah ada tempat pembuangan sampah (TPS) di dekat Pasar Petiken dan Pasar Baru. Petugas kebersihan pasar tinggal membuang dengan cepat. Selain itu, kata Agus Boediono, juga ada pembakaran sampah milik DLH. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




