​Kolaborasi dengan BPBD Kediri, Radar Tangguh Kembangkan Radio Komunitas untuk Mitigasi Bencana

Editor: Rohman
Wartawan: Muji Harjita
Selasa, 25 Januari 2022 14:17 WIB

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi (kiri), saat menyampaikan sambutan. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Kediri menggelar acara Diseminasi (penyebaran) Regulasi Sistem Informasi dan Komunikasi Kebencanaan di Ruang Pamenang, Pemkab Kediri, Selasa (25/1).

merupakan yang terdiri dari sejumlah organisasi yakni, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (), Radio FMYY Kobe Jepang, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Combine Resource Institution, dan .

Deputy Program Officer , Iman Abdurrahman, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk menjalankan berbagai kegiatan yang mendukung berkembangnya radio komunitas untuk pengurangan risiko bencana dan operasionalisasi radio darurat di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia dikenal sebagai negara dengan berbagai bencana dan hampir setiap tahun terjadi yang kerugian besar akibat bencana. Indonesia banyak belajar menerapkan manajemen bencana serta telah menunjukkan kemajuan.

"Namun, kesadaran masyarakat akan pengurangan risiko bencana tetap harus terus ditingkatkan. Di antara banyak aktor yang berkontribusi pada manajemen bencana, radio komunitas adalah salah satu alat untuk meningkatkan kesadaran publik tentang manajemen bencana," ujarnya

Ia memaparkan, , Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri adalah sebuah desa di lereng Gunung Kelud yang telah menyusun peraturan tentang komunikasi dan informasi kebencanaan. Seluruh proses pembuatan aturan ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku saku.

"Kita selalu dihadapkan pada ancaman bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Jika terjadi bencana alam, aparat desa dan relawan warga-lah yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana," kata Iman.

Ia mengungkapkan, regulasi komunikasi dan informasi kebencanaan yang dikembangkan di tentunya dapat memungkinkan penyebaran informasi yang cepat jika terjadi bencana.

SC Program yang berpusat di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Imam Prakoso, memaparkan sudah sering berdiskusi dengan Pemerintah terkait dengan antisipasi kebencanaan, termasuk bagaimana meningkatkan peran radio darurat atau radio komunitas.

Ia menilai, radio darurat adalah sebuah komunikasi sebagai perwujudan hak berkomunikasi serta mendapat informasi bagi terdampak. "Bila media mainstream lebih banyak memberitakan kebencanaan untuk kepentingan umum karena kini jarang memberikan informasi untuk kepentingan penyintas atau warga terdampak," cetusnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video