Waduh! Senjata Nuklir Ukraina Terkunci, NATO Tak Punya Biaya Perang Hadapi Rusia

Editor: mma
Jumat, 25 Februari 2022 06:39 WIB

Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.comMeski Ukraina digembar-gemborkan punya senjata tapi ternyata tak bisa digunakan dalam melawan invansi Rusia. Loh kenapa? Simak tulisan wartawan kawakan, Dahlan Iskan, di HARIAN BANGSA dan BANGSONLINE.com hari ini,  Jumat, 25 Februari 2022. Selamat membaca:

BAGI Rusia, besarnya akan bisa tertutup oleh kenaikan harga minyak dan gas akibat perang itu sendiri.

Bagi Jerman, Prancis, Inggris, dan sekutu: dari mana?

Mereka harus rapat dulu. NATO harus bersidang.

Amerika Serikat, di zaman Presiden Donald Trump pernah ngomel: biaya untuk NATO kurang dibebankan secara merata. Ia tidak mau biaya NATO terlalu dibebankan pada Amerika.

Di zaman Presiden Barack Obama, NATO tidak berbuat banyak: ketika Semenanjung Krimea diambil Rusia dari Ukraina.

Di zaman Presiden Biden, dua wilayah lain Ukraina menyatakan diri merdeka –didukung Rusia. Dua hari lalu.

Sampai tulisan dibuat tadi malam, NATO belum bersidang. Padahal bom sudah mulai jatuh di beberapa lokasi militer di Ukraina. Menjelang subuh kemarin. Termasuk di bagian tertentu ibu kota Kiev.

Mungkin itu karena Ukraina memang belum anggota organisasi pertahanan Atlantik Utara. Ukraina sudah terus mendesak: agar segera diterima sebagai anggota NATO. Tapi Rusia keberatan –dengan ancaman– kalau bekas wilayah strategisnya itu bergabung ke musuh lamanya.

Tanpa dan tanpa NATO Ukraina bukan siapa-siapa. Ia bukan negara yang mampu mempertahankan diri.

Teoretis Rusia bisa menyerangnya kapan saja –dengan alasan apa saja. Setelah pisah dari Soviet, Ukraina dinilai terlalu genit: mau bergantung ke Barat.

Ukraina sebenarnya punya kekuatan senjata nomor tiga terbesar di dunia. Bukan main. Yakni peninggalan Rusia (d/h Uni Soviet). Anda sudah tahu: sepertiga Soviet dibangun di wilayah Ukraina. Hanya sedikit yang dibangun di Bela dan Kazakhstan. Yang terbanyak tetap berada di Rusia.

Tapi yang di Ukraina itu tidak boleh lagi digunakan oleh yang berkuasa di sana. Password untuk menghidupkan itu pun tidak di tangan presiden Ukraina. Password itu dipegang organisasi negara-negara bekas Uni Soviet. Jangan-jangan password itu pun sudah hilang. Sudah 30 tahun berlalu. Atau jangan-jangan sudah dihilangkan.

Walhasil, sebagai negara dengan senjata terbesar ketiga di dunia, Ukraina tidak bisa apa-apa. Seorang pengamat militer di Amerika mengatakan: untuk bisa menghidupkan senjata itu Ukraina perlu persiapan selama 12 bulan.

Memang negara-negara Barat ikut menguncinya. Sejak sebelum Ukraina merdeka. Mereka setuju Ukraina merdeka dengan syarat itu: tidak boleh menjadi negara . Ukraina pun setuju. Lalu merdeka: dapat pengakuan dari Barat dan dunia.

Dengan kesepakatan itu Ukraina harus membongkarnya. Mungkin kini sudah pula banyak yang dibongkar. Yang belum pun Ukraina tidak bisa menggunakan.

Inilah faktor yang membuat konflik di Ukraina tidak akan menjadi perang dunia ketiga.

Sebenarnya Ukraina sudah mendapat jaminan: Perjanjian Budapest.

Amerika, Jerman, Inggris, dan Rusia sendiri yang memberikan jaminan itu: kalau Ukraina setuju mengunci nya, empat negara itu menjamin keamanannya. Belakangan jaminan itu ditambah lagi oleh Tiongkok.

Ukraina sudah berkali-kali menagih janji itu. Tapi Ukraina tidak punya debt collector yang menakutkan. Terbukti Semenanjung Krimea yang begitu strategis, diambil begitu saja oleh Rusia. Tanpa ada perlawanan. Itu karena Rusia mengerahkan kapal-kapal perang yang di dalamnya ada senjata nya. Empat kapal jenis itu parkir di laut dekat Krimea.

Kini Ukraina mengingatkan lagi Perjanjian Budapest itu. Tapi yang ditagih masih saling lirik sana-sini. Apalagi yang menyerang sekarang ini adalah juga yang mengambil Krimea: salah satu yang bikin janji itu sendiri.

Presiden Ukraina sebenarnya sudah mencoba menggertak: kalau memang tidak ada jaminan keamanan, Ukraina akan menjadi negara . Tapi tidak ada yang menggubrisnya. Mereka sudah tahu: gerakan itu tidak akan bisa terlaksana dalam 15 tahun.

Sedang untuk mengubah senjata peninggalan lama sudah tidak mungkin. Semua hulu ledak senjata itu sudah di-setting untuk menyasar ke bagian-bagian tertentu di Amerika sana. Jarak tempuhnya pun sudah di-setting untuk 10.000 Km atau lebih.

Mau dialihkan untuk menghadap ke Moskow?

Bukalah Google map. Setting-lah seolah Anda akan bermobil dari Kiev ke Moskow: hanya 8 jam. Kurang lebih hanya sama dari Jakarta ke Malang. Saya pernah ingin berkendara di jalur itu. Setelah nonton final Piala Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Kiev. Sudah janjian pula dengan Prof Effendi Gazali. Rencana itu gagal. Anda sudah tahu mengapa. Lalu rencana ke Kiev lagi untuk stem cell. Juga gagal: di dalam negeri lebih hebat.

Kini saatnya ke sana: kalau ada teman, kalau ada visa, kalau ada bensin 1 juta. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Butet Suci

DjokoLodang

Pelajaran penting yang saya dapat hari ini dari Disway: "Tidak mengatakan semua yang ingin dikatakan. Itu lah yang melahirkan kerjasama". Saya bagaikan tersadarkan, apa yang menghambat saya selama ini. Terima kasih, Abah.

Zainal Arifin

Penile ketuhanan, Tuhan Ada? Alam yg mana yg bisa bikin akal, nyawa kita? Nyawa itu tak ada? Kita tak bernyawa? 20 tahun di Jepang, ingat anak ke 3 adik saya juga lahir di Jepang. Adik saya dokter, ikut suami ambil doktor di Jepang, doktor metalurgi, BPPT. Adik saya, kini 2 anak nya sudah jadi dokter juga. Teater bisa jadi menagih juga, bagi yg ketahgihan, kecanduam. SELAMAT MENIKMATI TEATER. Walau kurang bahan renungan. Maaf bersambung di reply, karena keoencet.

Leong Putu

Titik itu penuh makna. Titik itu saat kita diam, hening, saat kita berhenti. Di satu titik kita memulai sesuatu, di titik ujung kita mengakhirinya. Saat istri bilang :" Aku tidak setuju, titik". Maka diamlah. Tapi saat istri Bilang :" pa...kurang titik, teruskanlah". Itu bonus. wkwkwk.. Sehat selalu Om@Orang jauh.

Leong Putu

ya... itu karna saya ganteng. Makanya selalu diawasi istri. Dia selalu bilang :" pa... kamulah permata hatiku, cintaku, pujaanku™ Walaupun itu dulu, tapi saya masih ingat kok..

Mirza Mirwan

Wkwkwkwk. Saya jadi teringat cerita si Sulung saat SMP "ngerjain" guru Agama-nya. Saat itu sang guru membahas sifat wajib Allah SWT yang 20 itu: wujud, qidam, baqa' dan seterusnya "Maksudnya 'ada', wujud, itu adanya bagaimana, Pak?" tanya si Sulung. Sang guru menjawab dengan jawaban normatif dan tekstual. "Paham?" tanyanya kemudian. Si Sulung menggeleng. Nah, ia malah kemudian menggurui gurunya. "Kalau menurut saya, Pak Guru, 'ada' yang dimaksudkan ialah bahwa adanya Allah 'tidak didahului oleh tidak ada'. Gitu!" "Maksudmu gimana, sih, kok mbulet!" "Maksud saya gini, Pak Guru. Saya, teman-teman, juga Pak Guru, semuanya ada. Tetapi adanya kita semua 'kan didahului oleh tidak adanya kita. Lain ceritanya dengan adanya Allah, tidak didahului oleh tidak adanya Allah." Sang Guru merenung sebentar, kemudian tersenyum. "Benar juga, ya. Bapak malah tidak pernah berpikir sampai ke situ, Nin!"

Zainal Arifin

Ada, tak harus nyata, bisa ghoib. Tuhan maha Ada, yg maha Awwal, yg maha Aakhir. Hadir bila tak Ada, gimana bisa hadir?

GEARY G

Apakah Tuhan benar benar ADA ? Kata "ADA" Menurut nalar saya kurang pas ! Yang benar, Tuhan "Hadir" Di alam semesta ini, Hadir disegala masa, Hadir di masa lalu, masa sekarang dan masa datang, Salam

"ADA" terkungkung dengan Ruang dan Waktu sehingga tejadi Awal dan Akhir, "Ada" butuh Ruang kemudian Waktu "Menghitung mundur" Menuju "Tiada"

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video