Stunting Terendah se-Jatim, Pemkot Mojokerto Tetap Giatkan Safari Gemarikan

Editor: Rohman
Wartawan: Deden Daud Surahman
Selasa, 31 Mei 2022 16:00 WIB

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat safari Gemarikan.

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - terus berupaya untuk mencegah angka stunting meski wilayahnya merupakan yang terendah se-Jawa Timur (Jaitm), seperti melalui safari Gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan). Agenda tersebut dilakukan bersama ,, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim.

Wali , , menyebut capaian angka stunting terendah yang diraih tak lepas dari kerja keras dan sinergi bersama-sama antarsemua stakeholder di dan keinginan untuk mewujudkan . Ia mengungkapkanya saat safari Gemarikan di Balai Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Selasa (31/5/2022).

“Kita sadar betul bahwa untuk mewujudkan salah satu tujuan nasional 2045 mencetak Indonesia generasi emas harus dimulai sejak usia balita. Gizi mereka harus tercukupi, kesehatan mereka harus memadai. Dari sinilah kami upayakan betul faktor yang sangat fundamental ini untuk kita garap bersama-sama dalam rangka mewujudkan tujuan nasional itu,” ujarnya.

, lanjut Ning Ita (sapaan akrabnya), menargetkan untuk terus menurunkan angka stunting menjadi 5 persen pada 2023, salah satu upayanya melalui program cross cutting inkubasi wirausaha ketahanan pangan budidaya ikan. Program-program yang ada di diharapkan bisa terus bersinergi dengan program dari pemerintah provinsi maupun pusat.

“Harapan kami dari hasil pemberdayaan tersebut salah satunya adalah bisa memenuhi kebutuhan gizi dari keluarga selain untuk bisa meningkatkan tambahan penghasilan atau peningkatan ekonomi dari keluarga,” tuturnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video