Mardani Maming Bakal Dicopot dari PBNU? Inilah Sikap Kiai-Kiai NU

Editor: MMA
Selasa, 21 Juni 2022 09:44 WIB

Mardani Maming. Foto: instagram

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – NU mendapat ujian berat. Bahkan sangat berat. Bendahara Umum , Mardani Maming, jadi tersangka. Dalam kasus dugaan korupsi peralihan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) operasi batu bara.

Ia bahkan tak sendirian. Ia jadi tersangka bersama adik kandungnya. Rois Sunandar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mencekal. Melarang kakak-adik itu bepergian ke luar negeri.

Kasus itu sebenarnya terjadi saat Mardani menjabat bupati. Jauh sebelum dia menjabat Bendum . Mardani menjabat bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Kalsel) dua periode. Tahun 2010 – 2015. Dan 2015 – 2018.

Namun justru karena itu, kiai-kiai NU kini mempertanyakan. Kenapa mantan bupati yang diduga punya masalah hukum bisa masuk . Bagaimana proses rekrutmen pengurus di . Tidakkah dipantau dulu track recordnya?

“Salah satu bentuk kesalahkaprahan kita selama ini adalah menyerahkan jabatan BENDUM kepada orang kaya yang piawai mencari duit, bukan kepada orang yang amanah (terpercaya). Padahal dalam khazanah bahasa Arab pesantren disebut dengan Aminn Ashunduuq (orang yang diberi amanah menjaga shunduuq)!!! Suatu pelajaran berharga bagi kita semua,” tegas Dr KH Malik Madani, mantan Katib ‘Am Syuriah .

Sikap para kiai di berbagai daerah kini memang mulai bermunculan. Baik yang terekspose di media massa maupun yang heboh di grup WhatsApp (WA) atau media sosial.

Yang pasti, kini publik – terutama warga NU – menunggu sikap . Sebab mereka inilah yang merekrut Mardani jadi Bendum .

(KH Yahya Staquf (Gus Yahya). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Akankah mencopot Mardani dari jabatannya sebagai Bendum ? Atau sebaliknya mempertahakan Mardani Maming di

Tergantung Rais ‘Am Syuriah , KH Miftahul Akhyar. Juga Ketua Umum Tanfidziah KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Disamping rapat pleno tentunya.

Sampai tulisan ini saya ketik (Selasa pagi, 21/6/2022), Gus Yahya baru memberi pernyataan normatif. Ia - kepada wartawan - mengaku masih akan mempelajari. Apakah nanti Mardani dicopot dari Bendum atau tidak, masih belum bersikap.

"Kami akan press conference sebagaimana mestinya, menurut norma yang ada, baik secara hukum dan norma internal," tegas Yahya Staquf dikutip Tempo.co.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video