Bintang The Raid Sapa Penonton di Surabaya

Editor: rosihan
Wartawan: nisa
Sabtu, 19 April 2014 21:49 WIB

Iko Uwais dan Very Tri Yulisman menyapa para penonton di dalam studio. foto:nisa/BANGSAONLINE

Surabaya (bangsaonline)- Pemain utama film The Raid 2 : Berandal, Iko Uwais menyapa penonton XXI Ciputra Worl Surabaya, Sabtu (19/4/2014). Iko yang memerankan tokoh polisi bernama Rama di film ini, didampingi Very Tri Yulisman yang berperan sebagai pembunuh bayaran, Baseball Bat Man.

Awalnya, penonton tidak mengetahui keberadaan dua bintang ini di antara kursi penonton. Namun begitu film berdurasi 150 menit ini selesai, mereka langsung mengarahkan pandangan ke bawah layar bioskop, tempat para bintang ini berada.Penonton diajak interaktif dengan beberapa pertanyaan guna mendapatkan majalah. Bahkan, penonton yang beruntung diberikan hadiah smartphone.

Penontonpun diberikan kesempatan bertanya. “Filmnya berdarah-darah, dan terkesan sadis. Saya sampai merem-merem tak kuat melihat banyak darah dan sadisnya pembunuhan. Ngeri. Padahal film ini kan untuk menonjolkan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia. Apakah nanti untuk The Raid 3 juga akan seperti ini? Kalau bisa, ya agak dikurangi,” tanya Candra, salah satu penonton.

Iko sebagai pemain utama mengatakan, bahwa The Raid 2 : Berandal merupakan film action, film laga, bukan film genre lainnya. Otomatis banyak adegan-adegan action disana, termasuk ada adegan kekerasan. “Tapi percayalah, adegan yang dikatakan sadis dan keras itu tidak sungguhan. Semua pemainnya masih hidup dan sehat-sehat saja. Darah-darah yang ada di film ini juga bukan sungguhan,” ujar Iko, didampingi M Cahyadi, Region Head East Java Bali Nusra Smartfren. Smartfren menyeponsori film ini karena ingin turut menyukseskan industri film Indonesia. Mitra kerja smartfren dan pelanggan diajak nonton bareng film ini.

Dituturkan Iko, film ini banyak menuai komentar positif di luar negeri. Mereka mulai mengakui perfilman Indonesia bisa bagus. Bahkan, sejak main Maret lalu, di Amerika sudah masuk dalam box office. “Film ini ingin menunjukkan silat Indonesia. Koreo silatnya sangat luar biasa, terutama saat adegan di dapur di akhir film. Itu adegannya benar-benar silatnya Indonesia. Mudah-mudahan setelah ini silat asli Indonesia ini makin digemari,” tandasnya.