Buruh Kemecer Bangun Monumen Marsinah

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: diday rosadi
Minggu, 27 April 2014 23:02 WIB

?Para pengurus Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBS) Jatim menggelar syukuran Hut ke-22, kemarin. Mereka bertekad Memperjuangkan pembangunan Monumen Marsinah. Foto:didi rosadi/BANGSAONLINE

SURABAYA (bangsaonline) - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Jawa Timur mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk membangun Monumen Marsinah di areal Makam aktivis buruh yang mati karena memperjuangkan hak-hak buruh di masa orde baru itu. Rencananya pembangunan itu akan dilakukan di desa Ngundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Pernyataan itu diungkapkan, Ketua KSBSI Jatim, Ahmad Soim kepada wartawan.

"Dalam waktu dekat akan kita buat surat ke Gubernur Jatim Soekarwo terkait pembangunan Monumen Marsinah. Kami akan perjuangkan agar hal itu segera direalisasikan. Kami berharap Pemprov mau urun rembug karena dana yang dibutuhkan tidak kecil dan tak mungkin dipenuhi oleh buruh,"terang Soim disela-sela syukuran HUT KSBSI ke-22, Minggu (27/4/2014).

Saat ini, menurutnya, KSBSI fokus pada renovasi makam Marsinah, karena disana nanti akan dibangun Monumen Marsinah. Ini setelah pihaknya membangun Patung Marsinah tahun 2013 di pintu masuk dusun Ngundo. Soim mengungkapkan, konsep pengembangan makam Marsinah ini sudah dibicarakan dengan Pemkab Nganjuk dan Pemprov Jatim. Nantinya, setelah dibangun monumen Marsinah akan menjadi tempat wisata baru di Nganjuk.

Aktivis buruh yang juga dosen fakultas hukum ini menambahkan, Monumen Marsinah cocok untuk tempat wisata bagi warga Nganjuk sebaba akses jalan menuju makam Marsinah nantinya tidak sulit, karena sudah disiapkan lahannya. Selain itu, jarak menuju makam Marsinah sekitar 1 Km dengan lebar 25 meter.

"Jadi, jalannya nanti mudah dilalui oleh orang yang mau wisata ke monumen Marsinah," imbuhnya.

Terkait peringatan Hari Buruh Internasional (MayDay), Soim memastikan KSBSI tidak akan mengerahkan buruh untuk melakukan unjukrasa, 1 Mei mendatang. Alasannya, MayDay kali ini sudah resmi menjadi hari libur nasional, sehingga sesuai aturan tidak dibolehkan menggelar demo di hari libur dan kita patuh pada aturan.

"Kita tidak akan demo pada MayDay nanti. Kita hanya pawai di jalan raya saja untuk merayakan hari Buruh dengan suka cita," pungkas Soim.