Jadi Masjid Raya, Dolly Ditutup Sebelum Puasa

Editor: mas'ud
Wartawan: nisa
Senin, 28 April 2014 16:24 WIB

Gubernur Jatim Soekarwo

SURABAYA (bangsaonline) - Gang Dolly, lokalisasi terbesar di Surabaya bakal tamat riwayatnya sebelum bulan suci Ramadan ini. Ini berarti tempat pelacuran yang disebut-sebut terbesar di Asia Tenggra ini akan tutup tak sampai dua bulan lagi. Yang menarik, tempat prostitusi ini nantinya akan dibangun masjid besar atau fasilitas umum lain seperti arena olah raga dan sebagainya.

“Apa pun asal berguna bagi masyarakat," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin 28 April 2014.
Gang Dolly terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Kota Surabaya.

Lokalisasi ini memiliki sejarah panjang dan telah menjadi obyek penelitian berbagai kalangan, baik para ahli dalam maupun luar negeri. Tempat prostitusi ini ada sejak zaman Belanda. Saat itu tempat maksiat ini dikelola oleh seorang perempuan keturunan Belanda, Dolly Van Der Mart.

Gubernur mengungkapkan, secara prinsip kebijakan penutupan tempat pelacuran ini adalah wewenag Walikota Surabaya. Laporan walikota Surabaya, tutur Gubernur, gang ini akan tutup pada 19 Juni atau 10 hari menjelang bulan suci Ramadhan. Karena itu, menurut Gubernur, sebelum dan pada bulan puasa nanti harus sudah tak ada lagi praktik maksiat di tempat ini.

Gubernur juga mengaku siap memfasilitasi penutupan tempat prostitusi ini, baik teknis maupun non teknis.