Lulus, Siswa Bondowoso Basuh Kaki Guru dengan Air 7 Sumur

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: yogik mz
Selasa, 20 Mei 2014 19:15 WIB

?Siswa membasuh kaki para gurunya, sebagai pertanda rasa syukur atas keikhlasan guru mengajar. Foto:yogik mz/BANGSAONLINE

BONDOWOSO (bangsaonline) - Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian dan Pembangunan (SMKPP) Bondowoso merayakan kelulusannya dengan ritual tidak biasa. Mereka membasuh kaki semua guru dengan air berasal dari 7 sumur.

"Ini sebagai bentuk syukur kami kepada para guru yang telah mengajar dan menuntun kami hingga berhasil," ujar Haryono, satu siswa kepada sejumlah wartawan, Senin (20/5/2014).

Menurutnya, dalam merayakan kelulusan tak harus dengan aksi coret-coret baju maupun berkonvoi menggunakan sepeda motor. Karana kelulusan ini bukan akhir dari proses pendidikan, akan tetapi awal menuju jenjang berikutnya.

"Air itu sengaja kami ambil dari 7 sumur yang ada di sekitar sekolah ini, ritual ini adalah bentuk syukur untuk mendapatkan barokah dari guru, sebab kami meyakini bahwa ilmu yang didapatnya tanpa keikhasan dan mendapatkan barokah, akan sia-sia," ujar Resty, siswi yang dikenal murah senyum.

Dari hasil pantauan bangsaonline, di saat para siswa dan siswi menerima pengumuman dan dinyatakan lulus, mereka langsung dengan rasa gembira kompak menarik para guru ke salah satu ruang kelas. Tak heran jika di ruang kelas itu sudah tersedia puluhan timba berisi air yang sudah diambil dari 7 sumur.

Setelah para duduk di kursi yang telah disediakan, tak satupun para Guru yang sempat bertanya, bahkan para guru merasa terharu dan gembira dengan bentuk perayaan kelulusan ini.

Kendati begitu, satu per satu siswa kemudian para siswa meminta keikhlasannya terhadap para guru mereka untuk mulai membasuh kakinya. Tak ayal, suasana haru lantas menggemuruh. Sehingga tanpa disadari para guru maupun siswa tampak menangis haru dan gembira melihat muridnya melakukan syukuran dengan cara yang unik itu.

Kepala SMKPP Bondowoso Anik Sudiartini mengatakan, pihaknya sama sekali tidak menduga aksi yang dilakukan siswa ini. Sebab pihak sekolah sebelumnya sempat menduga para siswa akan melakukan konvoi sebagaimana lazimnya siswa lain.

"Kami benar-benar kaget dan merasa terharu. Sebab apa yang dilakukan para siswa dan siswi itu sama sekali di luar dugaan kami," ujar Anik Sudiartini.