Satpam Kemenhub Sumringah Jonan Dicopot, Anak Buah Anies Baswedan Menangis

Rabu, 27 Juli 2016 23:21 WIB

Presiden Joko Widodo melantik 13 menteri Kabinet Kerja reshuffle jilid 2 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7). Sembilan di antaranya merupakan nama-nama baru. foto: merdeka.com

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ignasius Jonan menjadi salah satu menteri yang terdepak dari Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla di reshuffle kabinet jilid II. Kabar ini ternyata sudah didengar oleh aparat keamanan atau satpam yang berjaga di kementerian tersebut.

"Alhamdulillah kerja mulai sekarang agak rileks," ujar salah satu satpam yang menolak disebutkan namanya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (27/7).

Terlihat raut bahagia di beberapa wajah satpam yang bertugas. "Pantas hari ini cerah cuacanya," ucap dia sambil tersenyum.

Menurutnya, dari sekian banyak pegawai Kemenhub, hanya sedikit yang pro terhadap Jonan selama menjadi menteri Perhubungan. "Ya sudah tidak ada tekanan lah," ungkapnya.

Sementara di Kantor Mendikbud, perpisahan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dengan pegawai di lingkungan kementerian tersebut penuh dengan isak tangis.

Para pegawai tak kuasa menahan air mata saat Anies dan keluarga memasuki ruangan. Anies Baswedan yang turut membawa ibu, istri dan anak-anaknya berusaha mencairkan suasana dengan guyonannya.

"Saya memulai tugas sebagai Mendikbud pada 27 Oktober 2015 dan 20 bulan kemudian tugas saya berakhir. Kita memulai dari duduk dengan cara begini dan persis seperti ini tugas saya selesai. Izinkan saya mengapresiasi kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalankan tugas," ujar Anies.

Anies mengatakan tugas sebagai Mendikbud merupakan amanah konstitusi dan amanah dari Tuhan.

"Saat itu, saya disumpah menjalankan amanat konstitusional dan selama 20 bulan itu pula menjadi 20 bulan yang mengesankan. Ikatan yang terjalin dengan para staf bukan sekadar ikatan profesi tetapi ikatan kekeluargaan."

Anies bahkan menyebut anaknya merasa sangat kehilangan karena tidak berinteraksi lagi dengan para staf kementerian yang telah menjadi keluarga.

"Saya pribadi mengucapkan terimakasih khususnya kepada orang-orang yang bekerja lebih berat dari saya," tukas dia.

Anies mengucapkan terimakasih kepada para ajudannya, sopir yang terus menemani, petugas patwal hingga tukang masak di kementerian tersebut, karena dengan bantuan mereka pekerjaan sebagai Mendikbud dapat dijalankan dengan baik.

Mantan Rektor Paramadina itu juga meminta agar para pegawai di kementerian mendukung dan membantu Mendikbud yang baru yakni Prof Muhadjir Effendy dalam menjalankan tugasnya.

Hal sama terjadi di KemenPan-RB. Hengkangnya Yuddy Chrisnandi dari posisi MenPAN RB membuat sedih para staf bawahannya, termasuk seorang staf di bagian Hukum, Bowo. Kata dia, Yuddy telah membawa perubahan besar di Kementerian, dari hal yang selama ini dianggap sepele oleh orang lain.

"Pas pak Yuddy di sini, ia langsung melakukan perbaikan kamar mandi. Toilet belakang itu jadi bersih. Dia itu mulai dari hal yang sekecil mungkin. Karena toilet itu mencerminkan wajah," kata Bowo.

Yuddy sebelumnya telah menceritakan bagaimana dia diberitahu hendak diganti. Mendengar ceritanya, sejumlah staf di KemenPAN-RB tampak berkaca-kaca. Sebagian dari mereka bahkan terlihat menyeka air matanya. (ber/mer/yah/lan)

 

sumber : beritasatu.com/merdeka.com