PKK Ujung Tombak Pembangunan Gender di Jatim

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nisa
Selasa, 10 Juni 2014 20:13 WIB

?Gubernur Soekarwo memberikan ucapan selamat kepada pengurus TP PKK Provinsi Jatim periode 2014-2019 yang baru dikukuhkan.Foto:nisa/BANGSAONLINE

SURABAYA (bangsaonline) - Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) mengukuhkan anggota Tim Penggerak (TP) PKK Jatim masa bhakti 2014-2019, di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (10/6).

Dalam sambutannya Pakde Karwo mengatakan, gerakan PKK terus menyinkronkan program dan kegiatannya dengan prioritas pembangunan Jatim untuk mewujudkan masyarakat Jatim lebih sejahtera. Apalagi Pemprov Jatim telah mencantumkan indeks pembangunan gender menjadi salah satu kinerja utama dalam RPJMD 2014-2019.

“Ini komitmen Pemprov Jatim untuk mendorong peran dan mengembangkan potensi perempuan, disini peran PKK menjadi lebih strategis lagi. Anggota TP-PKK menjadi relawan yang siap mengabdi mendampingi keluarga untuk memberdayakan dan lebih sejahtera,” papar Pakde Karwo.

Dilanjutkannya, salah satu kelebihan PKK adalah jaringan komunikasinya yang terstruktur dari tingkat pusat sampai rumah tangga. Para kader TP-PKK mampu melihat dan memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, bahkan mendampingi dan memberdayakannya.

Ia memberikan apresiasi anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). “Pemprov Jatim selama ini sangat terbantu dengan peran PKK yang mendukung hampir semua lini tugas pemerintahan. Program dan kegiatan PKK mampu menyentuh langsung pada kebutuhan dasar keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Banyak sekali yang diurus para anggota TP PKK yang diketuai Dra Hj Nina Soekarwo MSi, mulai ibu hamil, anak yang masih dalam kandungan sampai lansia. Selama ini PKK juga turun ke desa-desa mendampingi penderita gizi buruk, mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo MSi (Bude Karwo) menegaskan, dalam masa bhakti lima tahun kedepan PKK Provinsi Jatim akan melanjutkan program dan kegiatan yang telah dirintis, tentunya dengan memperhatikan evaluasi, tantangan strategis dan penajaman program, dan sasarannya yang di sinkronkan dengan program pemerintah.

“PKK dengan prisip kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas akan terus melanjutkan program 10 ribu taman posyandu tetap dilanjutkan, dari segi kuantitas puas tapi dari segi kualitas belum, karena pemerataannya belum seperti yang diharapkan,” pungkasnya.