Tetangga Khawatir Meledak, Pembuat Ribuan Mercon Dilaporkan Polisi

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: ida okvinita
Kamis, 17 Juli 2014 21:24 WIB

? Polisi menunjukkan barang bukti mercon yang disimpan di kamar mandi, agar tidak terkena suhu tinggi dan rawan meledak. Foto:ida okvinita/BANGSAONLINE

SUMENEP (bangsaonline) - Dua tersangka pembuat petasan diciduk Satreskrim Polres Sumenep. Kedua tersangka itu berinisial ZA, (50) warga Dusun Lengkong Barat, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk. Dan TH (40), warga Dusun Larangan Laon, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih.

Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, menjelaskan, para tersangka tersebut ditangkap di lokasi berbeda dengan barang bukti yang juga tidak sama.

"Masyarakat di lingkungan sekitar rumah tersangka ini khawatir kalau bahan-bahan pembuat petasan itu meledak. Kalau itu terjadi kan tetangga-tetangganya ikut jadi korban juga," katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, dua tersangka itu memang sudah lama menekuni profesi sebagai pembuat petasan. Bahkan tidak hanya saat Ramadan dan Lebaran. "Dua tersangka ini biasanya juga membuat petasan kalau ada pesanan petasan untuk hajatan, atau untuk yang lain," ujarnya.

“Barang bukti yang diamankan dari tersangka ZA berupa 4 kg bahan peledak, serbuk 1 kg, 1 renteng mercon berisi 52 biji, 277 sreng dor siap edar,” tandasnya.

Sedangkan dari tersangka TH, BB yang diamankan berupa sreng dor sebanyak 2.451 biji, bahan peledak 4 kg, 5 sak selongsong sreng dor, 1 bendel sumbu, potasium 10 kg, belerang 15 kg, serbuk arang 20 kg, 3 potong kayu dan 3 potong besi. “Keduanya kami tangkap di rumah masing-masing. Mereka merupakan pembuat petasan, tapi baru tertangkap tangan," terangnya.

Ia mengungkapkan, kedua tersangka ditetapkan sebagai pembuat petasan. "Para tersangka bakal diganjar dengan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ungkapnya.