Rujak Siwil, Sajian Khas Socah Bangkalan Idola Mahasiswa

Editor: choirul
Wartawan: Disna
Jumat, 22 September 2017 23:14 WIB

Rujak siwil, asyik buat camilan kongkow-kongkow. foto: Disna UTM/ BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Rujak Siwil, satu kuliner asli Kecamatan Socah, Bangkalan. Jajanan ini berupa siwil goreng, semacam cireng (aci goreng, untuk jajanan di Jawa).

Warung Siwil Bu Fat sudah tidak asing lagi di telinga mahasiswa Universitas Trunojoyo, Madura, tempatnya berada di jalan Pesisir Timur Kejawan, Kamal, yang mulai dibuka jam 4 sore sampai 10 malam. Dia juga membuka cabang di jalan Banyu Ajuh, dekat SPBU Kamal.

Fat mengatakan ada dua jenis Siwil yang bisa dipilih, yaitu siwil goreng dan siwil rebus sesuai dengan namanya. “Siwil ini ada dua macam, ada siwil goreng dan rebus, siwil goreng bentuknya agak pipih setengah lingkaran, sedangkan siwil rebus panjang, lonjong mirip es lilin. Tidak hanya siwil goreng dan rebus, di sini juga ada pentol tahu, pentol telur puyuh, dan juga es santan,” ujar Fat pemilik Warung Siwil Bu Fat.

Jajanan satu ini sebenarnya berasal dari Socah yang terkenal dengan hasil kerupuk udang dan terasi udangnya. Kemudian terpikirkan oleh warga sekitar untuk mencoba membuat jajanan yang berbahan dasar dari udang juga. Dari situlah makanan yang akrab disebut Siwil ini muncul dan menyebar di beberapa tempat Kab. Bangkalan.

Siwil disajikan dengan cara dipotong kecil-kecil dengan gunting sebelum disiram dengan bumbu petis. Siwil sangat cocok disantap dalam keadaan yang masih hangat ditambah dengan bumbu petis. Untuk bumbu petis sendiri terbuat dari campuran petis ikan, irisan tomat dan cabai yang dihaluskan.

“Untuk bumbu siwil ada dua macam, ada bumbu kacang dan bumbu petis disesuaikan dengan permintaan dan selera masing-masing,” tambah Fat.

Terkenal dengan rasanya yang gurih, kenyal dan crispy, membuat jajanan ini banyak dicari, bahkan banyak orang yang rela antre hanya untuk beli Siwil. Bahan dasar siwil terbuat dari tepung kanji, campuran udang dan sebagainya yang menciptakan rasa kenyal, dipadukan dengan bumbu rujak atau bumbu kacang menghasilkan rasa yang beraneka ragam di setiap gigitan.

Untuk masalah harga tidak usah khawatir, jajanan ini sangat bersahabat hanya dibandrol Rp 500 per batang, dan biasanya pembeli langsung beli dengan jumlah yang banyak untuk dimakan bersama teman dan keluarga. Harga yang terjangkau tidak akan mebuat kantong kosong, dan perut lapar pun berhasil dibuat kenyang.

“Biasanya langsung beli banyak di makan rame-rame, rasanya cocok di lidah, kenyalnya itu yang bikin betah nguyah, harganya juga murah meriah sangat pas di kantong mahasiswa,” ujar Mulyanto Tri Admojo, mahasiswa Universitas Trunojouo Madura.

Untuk omzet sendiri, Fat bisa meraih 200-300 ribu per hari per gerai. Jika ramai bisa capai lebih sejuta supiah. (Disna UTM)