Resmi Dilarang, Warga Hapus Mural ISIS di Solo

Editor: m mas'ud adnan
Selasa, 05 Agustus 2014 18:03 WIB

Warga secara sukarela menghapus mural ISIS yang bertebaran secara misterius

Solo(bangsaonline)Puluhan warga Kelurahan Tipes, kecamatan Serengan, Solo, hari ini, Selasa (5/8), membersihkan mural berisi lambang, bendera serta tulisan dukungan terhadap organisasi pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi, The Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Mural yang berada di pagar selatan supermarket Lotte Mart, Jalan Veteran tersebut digambar oleh beberapa orang pada sekitar 1,5 bulan lalu.

Dalam aksi kerja bakti tersebut warga didampingi oleh perangkat kelurahan, aparat Kepolisian Polresta Solo serta sejumlah anggota TNI. Selain tembok pagar Lotte Mart, pembersihan juga dilakukan terhadap mural yang sama di samping makam gang RT 01 Tipes.

Kepada wartawan, Lurah Tipes, Suharudi mengatakan, kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan dalam rangka pembersihan lingkungan menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Mural yang kebetulan digambar di lokasi taman kota tersebut, dianggap mengganggu keindahan taman. Pihaknya kemudian menghapus mural tersebut menggunakan cat warna putih.

"Ini dalam rangka menyambut HUT RI, kebetulan ada mural yang kami anggap mengganggu keindahan taman kota ini. Makanya kami hapus dengan cat putih," ujar Suharudi.

Menurut Suharudi, warga sebenarnya sudah mengetahui keberadaan mural tersebut sekitar sebulan terakhir, namun mereka tidak menduga jika gambar tersebut adalah simbol-simbol dan bendera ISIS. Warga juga tidak mengetahui apa artinya gambar itu, sehingga, pihaknya langsung menghapus gambar itu, karena merusak pemandangan.

"Semula, kami tidak tahu bahwa mural itu bergambar bendera ISIS. Setelah ada pemberitahuan dari Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan ramai di media, kami baru menyadarinya," katanya.

Sementara itu Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati mengatakan setelah pemerintah melarang berkembangnya paham ISIS di Indonesia, pihaknya melangkah cepat, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Inisiatif penghapusan mural itu dari warga, kami hanya mensosialisasikan saja," ucapnya.

Selain di kedua tempat tersebut, mural sejenis juga ditemukan di kawasan Kelurahan Danukusuman, Serengan Solo. Sementara pengibaran bendera ISIS juga terjadi di kawasan Kelurahan Semanggi, Pasarkliwon. Sis mengaku pihaknya telah melakukan upaya pendekatan sehingga bendera itu akhirnya diturunkan oleh pemasangnya.

 

sumber : merdeka.com