Indonesia Idol Junior Jaring Peserta ke Sekolah

Wartawan: nisa
Selasa, 12 Agustus 2014 15:52 WIB

IDOL JUNIOR. Marah Bangun (dua dari kanan) saat jumpa pers soal audisi Indonesia Idol Junior di Surabaya. foto : nisa/bangsaonline

SURABAYA (bangsaonline) - Kesempatan untuk ikut Indonesia Idol Junior (IIJ) di Surabaya kini semakin terbuka lebar. Sebab, audisi digelar di banyak tempat. Di antaranya di Balai Kartika lingkungan Makodam V Brawijaya (13-14 Agustus), SD Negeri dr Soetomo 5 Surabaya (15/8), dan Surabaya Town Square (16/8).

"Kami membagi tahapan audisi menjadi small audition dan big audition. Sekarang big audition sudah sampai Surabaya. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya," ujar Executive Producer MNCTV Marah Bangun kepada wartawan, Selasa (12/8/2014).

Ditanya kenapa audisi masuk sekolah-sekolah, kata dia, karena memang sasaran IIJ memang anak usia sekolah dasar, 5-13 tahun. Lalu, kenapa yang dipilih SDN dr Soetomo 5 Surabaya? 

"Sebenarnya banyak sekolah yang berprestasi khususnya di bidang tarik suara. Kami sudah minta sekolah-sekolah di Surabaya mengirimkan video anak didiknya yang berprestasi. Ternyata yang paling banyak ngirim videonya, dan paling bagus adalah SDN dr Soetomo 5 Surabaya. Makanya kami memutuskan disana lokasi audisi. Tetapi, kami undang juga dari sekolah-sekolah lain yang videonya bagus untuk ikut audisi disana. Kami batasi 100 peserta di SD ini," ujar Marah. Nanti audisi di sekolah ini hanya akan dipilih satu, dan mendapatkan golden tiket.

Cara audisi lainnya adalah dream box, yakni audisi digelar di mall. Di Surabaya, diadakan di Sutos. Peserta dibatasi dan juri tamu akan memberikan silver tiket untuk bisa ikut tahap judging di Jakarta.
“Kami akan secara ketat menyeleksi para peserta. Bukan penyanyi dewasa dalam bentuk mini, namun murni adalah penyanyi cilik dengan lagu yang sesuai usianya, natural layaknya anak-anak. Kami sudah siapkan lagu-lagu yang memang lagunya anak-anak,” tambahnya. 

Yang terpenting dalam ajang ini, lanjut Marah, anak-anak tidak akan meninggalkan sekolahnya. Selama proses penjurian yang dipusatkan di Jakarta bagi yang berhasil lolos, MNCTV dan Frementle Media sudah menyiapkan pakar dan guru khusus yang siap membimbing anak-anak ini agar bisa terus mengikuti pelajaran di sekolahnya. 

“Kami sudah siapkan psikolog, pakar pendidikan, dokter anak dan semua ahli yang berkompeten agar anak-anak bisa home schooling sementara waktu agar pelajaran sekolahnya tidak ketinggalan. Kami juga tidak ingin untuk bisa terkenal harus mengorbankan pendidikan. Kami sadar pendidikan formal masih sangat penting bagi anak-anak,” pungkasnya.