Eropa Pasar Ekspor Furniture Jatim

Editor: moch shopii
Wartawan: nisa
Rabu, 13 Agustus 2014 22:08 WIB

SWISS. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan menunjukkan mebel yang diminati di Swiss. foto : nisa/bangsaonline

SURABAYA (bangsaonline) - Pasar ekspor furniture Jatim saat ini lebih banyak ke negara-negara di Eropa. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan, warga Eropa mayoritas berganti furniture saat musim juga berganti. 

“Terutama furniture alami yang berbahan kayu atau rotan. Kita sudah bawa furniture berbahan kayu dan rotan ke Swiss,” ujar Budi, disela meninjau stan pameran Java Furniture Fair 2014 dan Decoration Interior Expo (Decorintex) yang berlangsung 13-17 Agustus 2014 di Grand City Surabaya, Rabu (13/8/2014). “Memang komposisi pasar furniture Jatim banyak yang diekspor. Komposisinya 60 persen untuk pasar ekspor dan 40 persen pasar dalam negeri,” lanjutnya.

Ditanya mengenai bahan baku alami furniture, kata Budi tak ada masalah. Stok rotan Jatim masih cukup hingga 10 tahun ke depan. “Provinsi Jatim kan sudah MoU dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia untuk ketersediaan bahan baku alami furniture. Kemungkinan tidak akan kendala untuk bahan bakunya,” jelas Budi, yang kemarin didampingi Direktur PT Debindo Mitra Tama Dadan Kushendarman. 

Budi berharap, pameran seperti ini bisa memperluas jaringan pasar para peserta, baik pasar lokal maupun internasional. Ada 38 pengusaha mebel dan furniture yang ikut pameran Java Furniture Fair, dan 40 peserta Decorintex. “Pameran ini sangat bermanfaat dalam rangka membantu mencari titik temu antara demand dan supply, serta desain terkini yang diminati masyarakat,” tandas Budi. 

Dadan menambahkan, Java Furniture Fair (sebelumnya bernama Pameran Mebel Produk Ekspor) digelar secara rutin tiap tahun dan tahun ini merupakan tahun yang ke-9. Sedangkan Decorintex merupakan ajang promosi informasi bidang produk desain dekorasi, interior, arsitektur dan property berkualitas.

“Keduanya merupakan perpaduan even berkualitas yang saling melengkapi, dan diharapkan dapat menjadi tujuan akhir masyarakat tentang perkembangan mutakhir dan terkini industry produk interior, dekorasi, bahan bangunan maupun mebel furniture,” pungkas Dadan.