Emil Dardak: Kita Butuh Orang yang Berani Bangkit dari Kegagalan

Wartawan: Yudi Arianto
Senin, 01 Januari 2018 17:13 WIB

Emil Dardak melayani santri selfi, usai memberikan motivasinya kepada para wali santri saat pembagian rapor di PP Amanatul Ummah Jl Siwalankerto Utara No. 56 Surabaya, Senin (1/1). Foto: YUDI ARIANTO/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hari ini banyak orang yang cerdas. Selain cerdas tapi juga butuh orang yang berani bangkit dari kegagalan. Hal itu juga yang ditekankan oleh First Lady Amerika Michele Obama. Istri mantan Presiden Amerika Barack Obama itu mengatakan bahwa kita butuh future generation yang strong (kuat) dan taft (tangguh).

"Jangan mereka selalu merasa bahwa mendapatkan nilai jelek di satu mata pelajaran itu sudah the end of the world (kiamat). Itu bahaya karena dunia selalu berubah dan kita harus selalu siap menghadapi hal-hal yang lebih besar lagi di masa depan," tutur Emil Elestianto Dardak saat didaulat menjadi tamu pada acara pembagian rapor Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jl Siwalankerto Utara No. 56 Surabaya, Senin (1/1).

Dalam memberikan motivasinya itu, Emil juga menceritakan pengalamannya sewaktu diterima di sekolah SD dan SMP dari ranking terbawah hingga akhirnya lulus menjadi nomor satu. "Itu adalah satu kisah bahwa kita harus bisa bangkit," ungkap suami Arumi Bachsin itu.

Ia berharap kepada para wali santri/orangtua agar benar-benar bisa menjadi partner/mitra dari lembaga pendidikan. Karena menurutnya, untuk usia pendidikan dasar dan menengah itu butuh orang tua sebagai mitra pendidikan. "Karena di dalam dan di luar rumah pendidikan adalah satu kesatuan. Harapan saya bisa memberikan satu pandangan kepada para wali santri," jelas Bupati Trenggalek ini.

Sementara Pengasuh PP Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin mengaku bahwa kehadiran Emil Dardak, sapaan Bupati Trenggalek itu, dalam rangka mengusung pasangan Khofifah-Emil menjadi cagub-cawagub 2018. "Atas nama keluarga besar Amanatul Ummah saya mempersembahkan pasangan tersebut untuk Jawa Timur yang maju, adil dan makmur," ungkap Kiai Asep, sapaan KH Asep Saifuddin kepada Bangsaonline.com dan HARIAN BANGSA, Senin (1/1) siang.

Kiai Asep mengatakan bahwa bukan hanya wali santri saja yang mengusung paslon tersebut tapi para alumni PP Amanatul Ummah juga ikut terlibat. Ia menjelaskan bahwa mengusung bukan berarti mengkampanyekan. Menurutnya, keluarga besar PP Amanatul Ummah tidak hanya mengusung semata tapi juga harus berjuang memenangkannya.

Harapannya, setelah Emil Dardak bertemu langsung dengan keluarga besar PP Amanatul Ummah (wali santri), mereka bisa mengenalkan kepada lingkungan terdekatnya. "Kami tidak hanya menjadi pemilih pasif tapi aktif. Artinya, bisa mengenalkan calon yang diusung itu ke keluarga serta lingkungan sekitar," pungkasnya. (ian/rev)