Jarang yang Jualan, Bubur Srikandi Laris-Manis di Surabaya Barat

Editor: Choirul
Wartawan: -
Jumat, 02 Maret 2018 22:23 WIB

tampilan gerai Bubur Srikandi. foto: nindy anp

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Muhamad Reza Palevi (27) pandai melihat peluang. Berdasar pengamatannya, di wilayah Surabaya Barat tak ada bubur. Maka dia menjual bubur Madura dengan di wilayah Surabaya barat. Tak pelak, dagangannya pun laris manis.

Usaha yang dimulai dari kecintaan sang ibu dalam membuat bubur Madura ini, awalnya hanya sebatas kesenangan. Setelah satu setengah tahun berjalan hanya dengan membuat bubur dan diberikan ke orang secara cuma-cuma, lalu terpikirlah untuk membuat kreasi bubur yang kekinian.

“Awalnya ibu saya memang punya ide bikin bubur dan anak-anaknya juga pengennya bikinkan usaha bubur. Dulu ibu saya cuma sekadar bikin saja, bikin dikasih orang, gitu terus. Lama kelamaan sekitar 1,5 tahun sambil tanya-tanya rasanya dan dirasa mantep, akhirnya dijual online,” ujar Reza, Jumat (02/03/2018).

Reza menjelaskan jika sentra bubur Madura terkenal di Surabaya adalah di Pasar Atom. Dengan peminat bubur Madura yang cukup banyak, Reza membuka peluang usaha di Surabaya Barat dengan konsep kekinian, dan tentunya menggaet pecinta bubur Madura agar tak usah jauh-jauh ke Pasar Atom.

Bubur Madura yang dijual Reza adalah bubur Madura modifikasi. Proses dan bahan pembuatannya pun menjadi ramuan rahasia yang disimpan rapi dalam rumah produksinya. Dalam satu porsi bubur madura dibandrol dengan harga Rp 8 ribu saja. Untuk isiannya tentu saja ada 4 komponen khas dari bubur Madura yaitu ketan hitam, mutiara, sumsum, dan candil atau serintil. 

“Kalau dibilang bubur madura asli ya enggak juga karena masih banyak yang perlu dibenahi,” ungkap dia.

Peluang lain yang dilihat oleh Reza adalah cara penyajian bubur madura yang dimana-mana tekesan kotor dan kurang enak dipandang mata. Akhirnya tercetuslah untuk membuat konsep gerai bubur madura yang lebih bersih dan modern. “disini aku lihat peluangnya itu kok banyak orang jualan bubur madura, tempat jualannya itu terkesan kurang enak dipandang mata. Dari situ ini kan eranya sudah jaman now kalau kata anak muda, jadi dikonsep dibikin lebih bersih dan modern.” jelas Reza. (*)

 

sumber : *Nindi A N P