Hobi Desain, Kembangkan Jadi Paper Cutting Ciamik

Editor: Choirul
Wartawan: -
Minggu, 04 Maret 2018 23:37 WIB

Wow... foto: istimewa

SURABAYA, BANGSANLINE.com – Berawal dari hobby di bidang desain, Muhammad Zaenal Mahmut (20) membuka usaha paper cutting hingga menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

Saat masih SMK, mahasiswa aktif PENS ini sudah memulai karirnya di dunia desain. Akan tetapi banyaknya pesaing di bidang yang sama membuat ia memutar otak untuk memberi inovasi dalam produknya. Mulanya saat melihat suatu acara di TV yang menayangan pembuatan kaligrafi dengan teknik cutting dari pelepah pisang, ia menjadi terinspirasi untuk membuat ukiran dari kertas.

“Awalnya lihat acara di TV yang meliput tentang usaha kaligrafi dari pelepah pisang dengan teknik cutting. Saya jadi terinspirasi untuk membuat ukiran kertas. Saya juga sempat searching, dan emang ada dan masih jarang di Indonesia,” ucapnya

Usaha yang benar-benar dimulainya sejak Juni 2017 ini hingga kini kian banyak diminati. Untuk menggaet pelanggan, Zaenal menawarkan diskon pada event tertentu dan juga menawarkan pada sekolah-sekolah yang mau bekerja sama. Sementara itu bisnis yang dikelolanya ini sudah memiliki belasan reseller (agen) yang tersebar di Jawa Timur. Bahkan pemesanan sudah tembus hingga Jawa Tengah. Omzet yang dihasilkannya juga mampu mencapai Rp 5 juta lebih.

“Alhamdulillah sampai saat ini produk kami laku di pasaran, pemesanan juga sudah tembus sampai Jawa Tengah. Tidak hanya itu kami juga mempunyai belasan reseller yang tersebar di Jawa Timur,” akuinya.

Zaenal mengungkapkan bahwa harga produknya juga tidak terlalu mahal. Hal itu dilakukannya karena target utama pemasarannya adalah remaja dan kalangan mahasiswa. Ia mengklaim bahwa meski pada umumnya produknya tidak jauh berbeda dengan yang lain, ia memberikan yang terbaik pada pelanggannya. Pada bidang produksi misalnya, ia menggunakan tenaga kerja profesional dan membaginya ke dalam tim. Seperti tim desain, cutting dan marketing yang masing-masing berpengalaman.

Ia juga menekankan bahwa bahan-bahan yang digunakannya merupakan barang yang berkualitas tinggi, karena meskipun harga produk terjangkau, Zaenal masih menjaga produknya agar tetap berkualitas.

Untuk kertas, Ia menggunakan kertas fancy sebagai bahan utamanya. Setelah itu ia mendesain sendiri produk, kemudian produk dicetak dan dilakukan proses cutting (ukir), terakhir finishing. Sebelum benar-benar dilakukan cutting, Zaenal menuturkan bahwa ia masih mengonfirmasi desain kepada pelanggan. Jika sudah sesuai, ia meneruskan prosesnya.

“Selama ini belum ada yang protes. Soalnya setelah desain, kita nggak langsung cutting, tanya dulu ke pelanggan. Kalau udah cocok baru dilanjut.”

Dengan masih jarangnya usaha ini, Zaenal berusaha memanfaatkan pemasaran dengan baik. Terbukti dengan banyaknya reseller (agen) yang dimilikinya, hingga pembeli pun tak hanya berkisar di area Surabaya. Ia juga membatasi pemesanan tiap bulannya, hal ini dilakukannya untuk menjaga kualitas produk dan tidak mengecewakan pelanggan karena lamanya proses pembuatan.

Untuk saat ini ia memasarkan produknya lewat akun instagram @denzencut. Harga produk dibandrol dari Rp 70-150k, bergantung kerumitan desain produk.

“Kita menggunakan tenaga profesional, bahannya kita pakaiyang sangat berkualitas. Dengan kualitas yang baik itu, kami membandrol dengan harga yang cukup murah. Tapi tetap dengan kualitas yang terjaga,” jelas pemuda asli Lamongan tersebut. (*)

 

sumber : *Renny Ambar S