Pantai Kemantren, Destinasi Murah Meriah di Lamongan

Editor: Choirul
Wartawan: -
Selasa, 27 Maret 2018 22:05 WIB

Masih alami. foto: RENNY/ BANGSAONLINE

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com – Wisata Pantai Kemantren berlokasi di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Tak jauh dari lokasi wisata yang lain di Paciran, pantai ini juga menarik minat pengunjung.

“Kalau pengunjung sih banyak. Malah sehari kadang bisa sampai ribuan. Konkretnya, seribu lebih lah kalau ramai. Apalagi kalau hari libur akhir pekan,” ucap Afif salah satu pengelola Wisata Pantai Kemantren

Pantai ini tidak gundul begitu saja, melainkan ada saung-saung bambu yang berderet di bibir pantai. Selain itu ada gubuk-gubuk apung beratap jerami yang dihubungkan dengan jembatan bambu dari bibir pantai hingga ke area laut dangkal. Suasana kian asri ditambah ombak yang tidak terlalu besar, bahkan cenderung tenang. Serta angin sepoi-sepoi dari arah laut. Terlebih jika air sedang surut, pengunjung dapat melihat karang-karang yang ada di tepi laut.

Wisata yang dibuka sejak dua tahun yang lalu ini juga dijadikan sebagai salah satu alternatif wisata setelah mengunjungi lokasi lain seperti makam Sunan Drajat dan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Seperti halnya Zain (27) dan Dwi (25) yang sedang berlibur bersama anak mereka. Sebelumnya, keluarga tersebut mengungkapkan jika pergi ke Sunan Drajat terlebih dahulu, baru mereka mampir ke Wisata Pantai Kemantren.

“Sebetulnya ini liburan dari kantor suami saya. Rombongan awalnya ke Sunan Drajat dulu, baru mampir ke sini. Di sini tempatnya bagus dan asri, tapi sayang itu ada mesin atau alat penyedot minyak ya, agak mengganggu,” ujar Dwi.

Tak hanya para orang tua dan keluarga, pantai Kemantren juga ramai dikunjungi muda-mudi yang asik beselfie-ria. “Suka Mbak. Bagus pantainya, asik banget buat selfie,” Ujar Rian (19) yang kala itu tengah pergi bersama teman-temannya.

Selebihnya, Afif mengungkapkan bahwa tidak ada biaya tiket masuk ke pantai Kemantren. Melainkan harga jasa parkir saja yang perlu dibayar. Untuk roda dua dikenakan tarif Rp 3000, untuk mobil sebanyak Rp 5000.

Afif pun mengungkapkan bahwa biaya parkir diasosiasikan untuk pembangunan fasilitas dan kebersihan lokasi wisata. Ia menekankan bahwa pembangunan terus dilakukan. Dari area parkir yang luas, terdapat pula warung-warung makanan dan oleh-oleh khas berjajar sepanjang jalan masuk wisata.

“Semuanya sudah lengkap Mbak. Dari MCK, parkir, hingga Masjid udah ada. Bahkan untuk pengemabngan fasilitas pun kami sudah lakukan sejak awal tahun ini. Semua biaya diambil dari tarif parkir ini karena pemerintah juga gak ikut ambil bagian,” ungkapnya. (*)

 

sumber : *Renny