Ratusan Warga Sulit Berobat, Puskemas Buka SemingguSekali

Editor: nur syaifudin
Wartawan: Arif Kurniawan
Jumat, 05 September 2014 21:49 WIB

? Konidis Puskesmas pembantu di lingkungan Tumpang Kelurahan Pojok yang tutup meski waktunya jam kerja.

KEDIRI-(BangsaOnline)

Ratusan wargadua dusun yang ada di kota Kediri kesulitan berobat karena Puskemas hanya buka setiap hari Selasa. Warga pun harus relamerogoh koceknya sendiri, bila sewaktu waktu mengalami sakit. Dan hal itu dialami oleh warga yang ada di dusun Lebak Tumpang dan dusun Tumpang yang ada di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Muksin (35) tahun warga Tumpang kelurahan Pojok Kecamatan Kota Kediri saat ditemui dirumahnya membenarkan terkait dengan kesulitanya berobat saat keluarganya mengalami sakit. “Benar mas Puskemasnya hanya buka tiap hari Selasa saja. Selain itu jam bukanya juga terbatas dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00,”kata Muksin yang rumahnya berada di sebelah Puskesmas Tumpang.


Ditambahkan Muksin, kalaupun ada keluarganya yang sakit, dia mengaku memilih berobat ke dokter umum yang ada di dusunya, namun harus dengan biaya sendiri. Kalaupun terpaksa tidak mempuyai uang, Muksin memilih berobat ke Puskemas yang ada di kelurahan Sukorame yang berjarak 10 km dari dusun Tumpang.

Hal senada juga diungkapkan istri dari ketua RT 24,RW 05 dusun Lebak Tumpang Alfiah (55). Dia mengatakan, Puskemas yang ada di Dusun Tumpang memang hanya buka setiap hari Selasa saja.Alfiah menyayangkan pelayanan kesehatan yang diberikan Pemerintah Kota Kediri yang hanya memberikan pelayanan kesehatan setiap hari Selasa Saja.

“Pelayanan satu minggu tersebut sudah lama berjalan mas, kurang lebih 5 tahunan,” tandas istri Ketua RT ini.

Untuk diketahui saat ini bangunan Puskesmas pembantu yang ada di Dusun Tumpang kelurahan Pojok kecamatan Mojoroto tersebut mengalami kerusakan yang parah. Dan bangunan tersebut baru dua tahun ini direnovasi pemerintah Kota Kediri. Kerusakan nampak terlihat dibeberapa pintu Puskesmas yang jebol, atap serta banyak jendela kaca yang pecah.