Kejari Tahan Tersangka Korupsi Dana Jamkesmas

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: arief kurniawan
Kamis, 11 September 2014 22:27 WIB

Nuryasin usai diperiksa di Kejaksaan Negeri dan langsung dieksekusi untuk dijebloskan ke Lapas Klas II A Kediri.foto:arif kurniawan/BANGSAONLINE

KEDIRI (bangsaonline) - Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap Ketua Yayasan Haji Al-Arafah Kota Kediri Nuryasin. Tersangka kasus dugaan korupsi dana jamkesmas tahun 2012 itu resmi dijebloskan ke lembaga permasyarakatan (Lapas) kelas II A Kediri sore ini.

Penyidik Kejaksaan Negeri Kediri sempat menjemput paksa Nuryasin dari rumahnya di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Tersangka kemudian dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik tindak pidana korupsi, sebelum akhirnya dijebloskan ke dalam rumah tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Amiek Mulandari mengatakan, tersangka sudah menyalahgunakan dana jamkesmas yang seharusnya untuk pengelolaan rumah sakit, tetapi dinikmati sendiri. “Karena perbuatan tersangka, kini rumah sakit tidak bisa beroperasi dan banyak tenaga dokter serta paramedis yang belum terbayar. Selain itu, juga ada tunggakan kepada pihak ketiga,” ujar Amiek Mulandari di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Kamis (11/9)

Kejaksaan melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap tersangka, karena sudah memiliki dua alat bukti yang cukup, di antaranya hasil audit dari badan pemeriksa keuangan. Berdasarkan audit tersebut, perbuatan penyalahgunaan uang Jamkesmas yang dilakukan tersangka mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 195 juta.

Terpisah, Nuryasin membantah tuduhan telah memakan uang Jamkesmas yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin di rumah sakit yang dikelola sebelumnya. Ia memiliki bukti-bukti komplet yang diyakini dapat membebaskannya dari segala tuntutan. Bukti-bukti itu akan dibuka dalam meja persidangan. “Saya ini tertib hukum, mengikuti saja. Saya tidak makan uang Jamkesmas, akan kita sampaikan datanya komplit. Yang mengambil adalah bendahara HS. Intinya itu, saya tidak menggunakan sama sekali,” ujar Nuryasin.

Dana jamkesmas di RSI Al-Arafah pada tahun 2012 ditengarai telah diselewengkan. anggaran sebesar Rp 400 juta dari Negara untuk biaya pengobatan warga miskin diduga dipakai untuk kepentingan lain. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan akhirnya kejaksaan negeri kota kediri menetapkan nuryasin sebagai tersangka.

Tim visitasi dari Dinas Kesehatan Kota Kediri sempat datang untuk melakukan pengecekan, hasilnya terdapat sejumlah kekurangan diantaranya tenaga medis dan peralatan.