Gaji Dipotong, Pegawai RSUD Nganjuk Lapor BKN

Editor: rosihan c anwar
Wartawan: danny/njk-1
Minggu, 28 September 2014 22:02 WIB

Imam Mulyadi, korban pemotongan gaji. foto:nganjuk-1/BANGSAONLINE

NGANJUK (bangsaonline)

Merasa dirugikan manajemen RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kabupaten Nganjuk, tempatnya bekerja, Imam Mulyadi, melapor ke Kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara) melalui surat yang dilayangkan tanggal (22/9/2014).

Surat ini ditembuskan kepada Menpan, Kepala BPK, Ketua KPK, Gebernur Jatim, Bupati Nganjuk, Ketua DPRD Nganjuk, Kepala Inspektorat daerah Nganjuk, BKDNganjuk, Dinkes Nganjuk, Direktur RSUD Nganjuk.


Dia merasa dirugikan atas pemotongan gaji sebesar Rp 830 ribu, pada Juni 2011 lalu.

Pemotongan gaji oleh manajemen, sedianya untuk pembayaran angsuran utang di KPRI Melati Husada. Setelah dipotong, uang tidak disetor ke KPRI Melati Husada, koperasi karyawan RSUD Nganjuk.

Bermula dia pinjam uang ke KPRI Melati Husada sebesar Rp 30 juta. Perjanjiannmya, setiap bulan gajinya dipotong Rp 830 ribu selama 60 bulan. Karena sesuatu hal, pada angsuran ke-9 dia tidak dapat membayarnya. Tetapi setelah angsurannya tertunda sekitar 18 bulan, pada Juni 2011, dia dapat kembali mengangsur utangnya.

Dia kaget setelah mengecek slip pembayaran angsurandi KPRI Melati Husada, ternyata angsuran bulan Juni 2011 belum dimasukkan, padahal sesuai slip gaji dirinya sudah dipotong untuk angsuran utang. ”Saya kaget kenapa angsuran saya belum terbayar padahal gaji saya sudah dipotong,” ungkapnya, Sabtu (27/9).

Ditambahkan Imam, dia sudah mengklarifikasi kepada manajemen RSUD Nganjuk. Melalui Bendahara Sudariyati, telah mengakuikesalahan dan memohon maaf, serta akan mengganti angsuran utangnya yang belum dibayarkan. Ini karena kesalahan pembukuan. ”Jangan diperpanjang masalah ini, kami siap mengganti angsuran yang belum dibayarkan” ungkap Sudariyati, seperti ditirukan Imam Mulyadi.

Apabila dalam waktu satu minggu ini manajemen RSUD Nganjuk, terutama Direktur tidak ambil tindakan, maka dia akan melaporkan baik secara pidana maupun perdata ke pihak yang berwajib. ”Apakah tindakan semacam ini, cukup dengan mengembalikan kerugiannya saja sudah selesai?” tambahnya.

Terpisah Kasubag Umum dan Humas RSUD Nganjuk Eko Santoso saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (28/9) mengatakan, pihaknya belum menerima laporan itu. "Mungkin laporannya masih di ruang Kabag Umum dan belum sampai ke saya. Hingga saat ini kami belum mengetahui surat laporan dari pak Imam, apabila nanti sudah sampai ke meja kami, maka kami akan segera menindaklanjuti,Apalagimunculnya permasalahan ini di saat pemimpin yang lama, sadangkan direktur dan saya sendiri sebagai humas juga baru menjabat, makanya kami akan mempelajari lebih dalam masalah ini,” pungkasnya.