UKM jangan Dibebani Pajak Jualan Online

Editor: nisa
Kamis, 27 November 2014 21:05 WIB

COO Tokopedia, Leontinus Alpha Edison (kanan) disela media gathering di Surabaya. foto : nisa/bangsaonline

SURABAYA (bangsonline) - Isu terkait pengenaan pajak perdagangan online sempat mencuat di akhir tahun lalu dan di awal tahun ini. Namun, hingga sekarang aturan itu belum diberlakukan. Menurut COO Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, pajak perdagangan online belum saatnya atau sebaiknya tidak diberlakukan.
“Penjual online itu kebanyakan UKM. Seperti di tokopedia, hampir semua pemilik toko adalah UKM. Mereka ini sedang berkembang dan luar biasa perkembangannya. Ada yang sukses sekali berkat bisnis online. Kalau bisa ya janganlah dibebani dengan macam-macam. Nanti malah mereka tak jualan. Wong mau pinjam uang di bank saja tak mudah bagi mereka,” ujar Leon, saat acara Tokopedia Roadshow 2014 dengan tema The Rise of The Internet Generation di Surabaya, Kamis (27/11/2014).

UKM, lanjut Leon, dengan memanfaatkan media online sebagai sarana perdagangan dapat memangkas biaya promosi, sekaligus juga membuka pasar yang lebih luas. Namun jika ini dikenakan pajak, tidak menutup kemungkinan pelaku usaha perdagangan online ini akan berkurang.

“UKM yang menjadi member kami gratis. Mereka bisa promo semua produknya. Pembelinya bisa dari konsumen, bisa juga sesama member,” tukas Leon mengenai usaha bisnis yang berdiri pada 17 Agustus 2009 dengan visi Membangun Indonesia yang lebih baik melalui internet. Pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan internet pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan investasi 100 juta dollar dari Softbank Internet & Media dan Sequoia Capital.

Leon menjelaskan, member diberikan banyak kemudahan berjualan. Di antaranya terkait proses transaksi, fasilitasi complain, perkiraan biaya pengiriman, dan lain-lain. “Pembeli kami berikan jaminan uang kembali apabila tidak puas dengan barangnya. Penipuan sangat kecil terjadi. Makanya untuk pembayaran tidak langsung kepada penjual, tetapi melalui kami. Setelah 3 hari tidak ada complain maka uangnya dikirimkan ke penjual,” ujar Leon. Dalam sebulan, transaksi tercatat minimal mencapai 10 ribu, dan pengiriman paket bisa sampai 3 juta pengiriman.

Terkait roadshow, Leon mengatakan akan digelar di 9 kota di Indonesia yaitu Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Medan, Yogyakarta, Solo dan Surabaya dan berlangsung pada bulan November hingga Desember 2014. Tokopedia Roadshow di setiap kotanya memiliki serangkaian acara yaitu, Temu Toppers, Tokopedia Goes To Campus dan Shooting Seller Story.

“Kami berharap proses edukasi yang dilakukan melalui kegiatan ini berdampak baik. Contohnya untuk para UMKM yang belum membangun bisnis mereka secara online, berani untuk memanfaatkan peluang di dunia online setelah mengikuti Temu Toppers. Untuk mahasiswa para peserta seminar, kami berharap mereka terinspirasi dan bersemangat untuk mewujudkan mimpinya. Jika, animo masyarakat dirasakan cukup positif, akan digelar secara rutin setiap tahunnya ke beberapa kota di Indonesia,” pungkasnya.