Sungai Kleco Bojonegoro Meluap, Puluhan Rumah dan Sawah Terendam

Editor: Revol
Wartawan: Eky Nur Hadi
Sabtu, 20 Desember 2014 13:55 WIB

salah satu pemukiman yang terkena dampak dari meluapnya sungai kleco. foto: eky nur hadi/harian bangsa

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Bojonegoro tiga hari terakhir membuat sungai Kleco di Kecamatan Kepohbaru meluap. Akibatnya, tujuh rumah yang di lewati sungai Kleco terendam air, Sabtu (20/12/2014).

Selain menggenangi rumah, banjir juga merendam puluhan hektare tanaman padi yang baru ditanam sepekan terakhir. Selain itu, jalan poros kecamatan yang menghubungkan antara kecamatan Baureno dengan Kepohbaru juga terendam banjir setinggi 60 cm.

Camat Kepohbaru, Sukirno mengatakan, kali Kleco itu mulai meluap sekira pukul 03.00 WIB dini hari tadi, meluapnya kali itu disebabkan tak mampu menampung banyaknya air kiriman dari beberapa desa di Kecamatan Kedungadem dan sekitarnya.

"Sudah dua kali ini Kali Kleco meluap, terakhir hari Senin kemarin tetapi hanya berskala kecil, hari ini besar luberannya," ujarnya.

Dia menjelaskan, tujuh desa itu antara lain, Desa Brangkal, Nglumber, Woro, Bumirejo, Tlogorejo, Sumbergede dan Sugihwaras. Di Desa Brangkal, sebanyak 15 rumah tergenang air, tanaman padi 40 hektare (ha) yang baru berumur 1 minggu juga terendam. Sedangkan di Desa Nglumber 10 ha tanaman padi berumur 1 minggu juga terendam air.

"Di Desa Woro, sebanyak 15 rumah juga terendam dengan ketinggian air 10-25 cm, sawah sekitar 25 ha yang di tanaman padi berumuh 1 minggu," jelasnya.

Sementara Di Desa Bumirejo sebanyak 16 rumah juga terendam air dengan ketinggian 10 sampai 25 cm. Desa Tlogorejo 7 rumah. Desa Sumbergede sebanyak 15 rumah dengan ketinggian air 10 sampai 25 cm. Desa Sugihwaras ada 14 rumah dengan ketinggian air 10 sampai 25 cm dan sawah kurang lebih 41 ha yang ditanaman padi.

"Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta rupiah. Saya harap masyarakat selalu waspada dengan bencana banjir ini, jangan sampai menjadi korban," pungkasnya.