Berendam di Pemandian Air Hangat Singgahan, Cocok untuk Hilangkan Pegal-pegal

Editor: Maulana
Wartawan: Suwandi
Jumat, 28 Februari 2020 21:43 WIB

Wisata pemandian air hangat di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban dipercaya bisa menghilangkan pegal-pegal.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata pemandian air hangat atau dikenal "Nganget" yang berada di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban ternyata cocok untuk aktivitas berendam. Air hangat yang bersumber di tengah-tengah aliran sungai ini dipercayai bisa menghilangkan pegal-pegal.

Seperti yang disampaikan Suparni (45) warga asal Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Saat ditemui di lokasi, pada Jum'at (28/2) mengatakan, hampir setiap 2 minggu sekali ia bersama keluarga rutin berkunjung di wisata pemandian Nganget. Menurutnya, wisata ini cocok untuk kalangan mulai anak-anak hingga dewasa dan para lansia. Bagi para pengunjung pun tak perlu khawatir, karena lokasinya pemandian ini mengalir dan tempat untuk berendam dibagi menjadi beberapa titik.

"Kami sudah sering ke sini, dan memang oleh pengelolanya disendirikan tempatnya. Untuk yang sakit gatal-gatal ada di dalam kotak pemandian. Sedangkan, untuk yang eks kusta dibuatkan tempat sendiri. Jadi pengunjung pun juga nyaman," ujar Suparni.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Lara Kronis Tuban Dinas Sosial Jawa Timur, Umar Faruq menjelaskan, wisata nganget ini di bawah pengelolaan Dinas Sosial Jawa Timur. Bagi setiap pengunjung dikenai tarif Rp 3.000,- per orang, untuk parkir satu motor Rp 2.000,- , mobil pribadi Rp 5.000,- dan kendaraan micro bus Rp 10.000,-.

"Di lokasi wisata ini ada 3 sumber air hangat. Satu sumber untuk masyarakat umum, satu sumber untuk orang sakit kulit atau yang lainnya. Sedangkan, sumber satunya dikhususkan bagi orang penderita eks kusta," ujar Umar begitu sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pengunjung wisata Nganget ini tak hanya berasal dari Tuban. Melainkan dari Juwono, Blora, Pati, Rembang, dan Kudus Jawa Tengah. Kemudian, Madiun, Ngawi, Lamongan, dan Bojonegoro. Sedangkan, jumlah pengunjung yang paling ramai pada saat Sabtu dan Minggu mencapai 300 orang.

"Kami akui wisata di sini memang tak banyak wahana hiburan lainnya. Ya yang kami tonjolkan hanya air hangat dan air panas ini," paparnya.

Meski tak ada wahana liburan lain, namun pengelola tetap menyediakan toilet, kamar mandi, mushola, warung, dan tempat santai. Pengelola pun berharap lokasi wisata ini terus dikunjungi orang. Harapannya, para pengunjung akan terbiasa pada penderita kusta. Sebab, di lokasi wisata nganget ini dekat dengan perkampungan penderita eks kusta.

"Kami memang ingin mengubah stigma masyarakat, bahwa penderita eks kusta tak perlu dijauhi," terang Umar.

Umar juga mengimbau wisatawan yang ingin mandi atau berendam menaati aturan yang berlaku. Bagi para pengunjung tidak boleh mandi menggunakan shampo, sabun, sikat gigi, berpakaian kurang pantas, dan membuang sampah sembarangan. Kemudian, bagi setiap pengunjung sebelum berendam dianjurkan untuk memakan terdahulu. Setelah itu, baru mencebur dan sekitar 10 menit harus naik, kemudian dilanjut berendam.

"Kalau yang gak kuat panasnya air maka orang itu bisa pingsan dan malah kram," pesannya. (wan/lan)