Petani di Kalsel Panen Raya Padi dengan Pupuk NPK Phonska Plus Petrokima Gresik

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Kamis, 14 Mei 2020 15:51 WIB

Panen raya padi hasil produk pupuk PT Petrokimia di Kalsel. (foto: ist).

TANAH LAUT, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar panen padi pada lahan demonstration plot (demplot) program Serasi (selamatkan rawa sejahterakan petani) dengan peningkatan produktivitas mencapai 12,5 persen di Desa Pantai Linuh, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (12/5/2020).

Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mengungkapkan, demplot hasil pemupukan menggunakan pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus dan Kapur Pertanian (Kaptan) Kebomas ini, mampu menghasilkan panen padi sebanyak 5,76 ton per hektare. "Hasil ini lebih baik dari rata-rata kebiasaan petani setempat yang biasanya hanya memperoleh 5,12 ton per hektare," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang memproyeksikan Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai lumbung padi nasional melalui program Serasi, khususnya di Tanah Laut, untuk mempersiapkan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Digna menjelaskan, Implementasi program Serasi di Kalimantan Selatan mencapai 250.000 hektare, sedangkan khusus di Tanah Laut seluas 30.000 hektare. "Untuk itu, agar hasil pemanfaatan lahan tidur di Kalimantan Selatan bisa semakin optimal, dibutuhkan suplai pupuk yang berkualitas, dan Petrokimia Gresik memiliki formulanya," jelasnya.

Adapun pemupukan rekomendasi dari Petrokimia Gresik, ia mengaku yang diaplikasikan dalam demplot ini adalah ZA (300 kg), NPK Phonska Plus (300 kg), Petroganik (500 kg), Kaptan Kebomas (1 ton), dan Petro Biofertil (50 kg) untuk setiap satu hektare.

Dia menerangkan, karakteristik tanah yang masam pada lahan rawa, dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Kondisi tanah harus netral dengan pH 6-7.

"Dalam hal ini, penggunaan Kaptan berfungsi untuk menyeimbangkan pH tanah menjadi 6-7, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi yang terkandung dalam pupuk secara maksimal. Sedangkan keunggulan NPK Phonska Plus adalah memiliki kandungan mineral zinc, yakni unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan zinc inilah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi," terangnya.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga menggelar kegiatan serupa (panen sekaligus pemberian bantuan untuk petani) di dua lumbung beras nasional di Jawa Timur, yakni Jember dan Ngawi (8-9/4/2020), serta panen cabai rawit di Bengkulu (9/5/2020).

Selain panen, kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh Petrokimia Gresik bersama distributor setempat untuk membantu pemerintah mencegah penularan Covid-19 di sektor hulu pertanian dengan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada petani setempat.

Sementara itu, petani demonstrator, Akhmad Rifai menyebutkan bahwa penggunaan ZA dan NPK Phonska Plus mampu menjadikan tanaman lebih kokoh. "Tanaman lebih hijau dan bulir padi pun hampir semuanya berisi atau bernas. Padahal pada penanaman kami sebelumnya, bulir padi bagian bawah banyak yang kosong," sebutnya.

"Pada tahun 2019 lalu, petani harus melakukan penyemprotan hingga 12 kali untuk pengendalian hama, sedangkan pada tanaman demplot ini hanya membutuhkan penyemprotan dua kali saja," pungkasnya. (hud/zar)