Selama 8 Bulan Ngaku Habib dan Ancam Korbannya Kualat, Pria ini Raup Jutaan Rupiah

Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Kamis, 21 Mei 2020 14:42 WIB

Ilustrasi habib palsu.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Abdul Azis Bin Karim, pria yang tinggal di Dusun Krajan Ponjen Kidul Kampung Baru, Desa/Kecamatan Kencong, ditangkap polisi setelah mengaku-ngaku sebagai seorang Habib. Ia bahkan mengaku turunan dari Rasulullah.

Pria berumur 68 ini pun berurusan dengan polisi, karena dari pengakuannya sebagai Habib, berhasil menipu korbannya hingga jutaan rupiah 8 bulan belakangan ini.

Pelaku dalam melakukan aksinya, meyakinkan korbannya dengan menggunakan nama Habib Ahmad Bin Abdullah bin Sholeh, ulama ternama di Kecamatan Tanggul. Bahkan pelaku juga tidak segan-segan mengancam korbannya dengan doa-doa yang diucapkannya, jika permintaannya tidak dituruti

"Penipuan yang dilakukan pelaku ini, hampir 8 bulanan. Modus kejahatannya, mendatangi rumah orang kaya dan meminta sejumlah uang. Mendompleng nama besar Habib Sholeh, Kecamatan Tanggul," kata Kanit Reskrim Polsek Kencong Aiptu Iwan Iswahyudi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/5/2020) siang.

Dengan melihat bentuk fisik dan wajahnya, sejumlah korban percaya dengan ucapan pelaku. Bahkan kalimat manis yang diucapkan pelaku untuk memperdaya korbannya, semakin meyakinkan.

"Perbuatan kriminal korban juga tidak hanya di Jember, menurut pengakuannya, pelaku juga pernah menipu orang Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, dengan dalih utang barang berupa etalase dan tidak membayar kepada orang tersebut," katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi di Mapolsek Kencong, pelaku Abdul Azis mengaku memperdaya korbannya selama 8 bulan belakangan ini, dengan memakai nama palsu. Ia mengancam dengan doa buruk apabila ada korban yang tidak menuruti permintaannya.

"Saya sudah melakukan penipuan ini sudah berjalan 8 bulan, dan biasanya mengaku dengan panggilan Habib Sholeh," kata Azis saat dikonfirmasi wartawan.

Pelaku ini mengelabui mangsanya dengan menggunakan nama panggilan Habib Ahmad Bin Abdullah bin Sholeh. "Pakai nama itu untuk menipu, dan jika tidak memberikan uang, saya akan doakan kualat atau pun yang parah lagi akan saya takut-takuti, menerima bencana dan bala," ungkapnya. (ata/yud)