​Malala Yousafzai, Peraih Nobel Termuda, Lulus dari Oxford

Editor: choirul
Jumat, 19 Juni 2020 15:55 WIB

Selamat berjuang. foto: metro.co.uk

BANGSAONLINE.com - Malala Yousafzai (22), Peraih Nobel Termuda, yang mana 8 tahun lalu pernah ditembak kepalanya oleh Taliban, lulus dari Oxford, dan sebagai sarjana Filsafat, Politik, dan Ekonomi (PPE).

Taliban sangat marah, ketika Malala, menyuarakan kesamaan hak bagi perempuan untuk mengenyam pendidikan. Dia pun ditembak oleh Taliban. Untungnya selamat. Dia dinyatakan sebagai Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian termuda yang pernah ada.

Dalam acara lulusan itu, dirinya dipenuhi oleh semburan gula dari kue, saat merayakan kelulusan bersama keluarganya.

Dia menulis: “Sulit untuk mengungkapkan kegembiraan dan terima kasih, saya saat ini bisa menyelesaikan gelar Filsafat, Politik dan Ekonomi saya di Oxford. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk saat ini, membaca dan tidur.”

Pada 2012, dia selamat meski ditembak di kepala oleh Taliban di Pakistan karena berkampanye agar anak perempuan diizinkan pergi ke sekolah. Dia menjadi simbol global ketahanan wanita dalam menghadapi penindasan dan kemudian menjadi pemenang termuda dari Hadiah Nobel Perdamaian untuk advokasi pendidikannya, yang baru berusia 17 tahun.

Warga dari seluruh dunia telah mengunjungi Twitter untuk memberi selamat kepada aktivis muda tersebut. Broadcaster Lauren Laverne menulis: "Tidak pernah begitu bahagia melihat seseorang tertutup kue! Selamat!."

Kelulusan Malala beberapa bulan setelah dia menghiasi sampul Teen Vogue. Aktivis ini ditampilkan dalam sebuah kisah yang disebut Decade of Youth Rising, bagian dari seri yang melihat kembali aktivisme pemuda sebagai bagian yang menentukan dari tahun 2010-an.

Dalam wawancara sampulnya, Malala berbicara kepada editor eksekutif Teen Vogue Samhita Mukhopadhyay membentangkan tentang perjuangannya untuk mendapatkan pendidikan bagi anak perempuan, kekuatan Greta Thunberg, dan kesehatan mental.

Dia mengatakan kepada majalah itu: “Apa yang memberi saya harapan adalah bahwa dekade terakhir adalah satu dekade aktivisme kaum perempuan, tetapi yang berikutnya adalah tentang perubahan perempuan, dan itulah yang memberi saya harapan.” 

 

sumber : metro.co.uk