​1.200 Hafidz Hatamkan 200 Kali Al-Quran, Munajat Covid-19 Dihadiri Wagub Jatim

Editor: MMA
Senin, 29 Juni 2020 09:11 WIB

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dan Dr. Emil Dardak dalam Munajat covid-19 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Ahad (27/6/2020) malam. foto: MMA/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 1.200 penghafal Al-Quran (Hafidz) se-Kabupaten Mojokerto berkumpul di Masjid Raya Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Mereka menghatamkan 200 kali al-Quran dalam waktu dua jam.

“Masing-masing peserta membaca 5 juz. Sehingga 6 peserta khatam sekali. Jadi kalau 600 peserta mereka khatam 100 kali,” tutur Prof. Dr. KH, Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com usai acara munajat untuk menghilangkan Covid-19 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Ahad (28/6/2020) malam.

Menurut Kiai Asep, acara khataman al-Quran itu berlangsung pagi dan sore. “Pagi 600 peserta dan sore 600 peserta,” kata pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu sembari mengatakan bahwa di Kabupaten Mojokerto ada perkumpulan penghafal al-Quran yang jumlahnya mencapai 1.300 hafidz. “Tapi yang datang 1.200 hafidz,” jelasnya.

Kiai Asep menjelaskan bahwa khataman al-Quran itu juga bagian dari rangkaian ikhtiar untuk menghilangkan covid-19 dari Indonenesia, terutama Jawa Timur. Kiai Asep lalu mengutip Hadits.

“Menurut teorinya, siapa yang membaca al-Quran sampai khatam maka doanya dikabulkan oleh Allah,” kata Kiai Asep.

Pada malam harinya, Kiai Asep mengundang para kiai untuk Munajat kepada Allah SWT di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Dengan imam salat Kiai Asep, para kiai itu menggelar salat malam secara berjamaah sehabis salat Isya’. Salat malam itu 12 rakaat dengan enam kali salam. Lalu salat witir tiga rakaat dengan dua kali salam.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestiato Dardak hadir menjelang salat witir. Usai memberi sambutan, ia meninggalkan tempat, sementara para kiai melanjutkan salat witir, istighatsah dan doa bersama.

Hadir dalam Munajat itu, antara lain: Dr. KH. Ahrar Mukarrom (Ketua Senat Uninsa Surabaya), KH. Muhamad Roziqi (Ketua Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur), Dr. KH. M. Sujak (Kepala Badan Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya).

Kemudian KH. Ahyar (Surabaya), KH. Munif (Sekretaris Umum MUI Kota Surabaya), KH. Ahmad Sururi (Ketua Pergunu Jawa Timur), Dr. Zakaria Muhtadi (Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Al-Khoziny Sidoarjo) dan para kiai lain.

Hadir juga Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Nyai Hj. Lilik Fadilah, Sekretaris PC Muslimat NU Surabaya Nyai Hj. Fatimah, dan Wakil Ketua Muslimat PCNU Surabaya Nyai Hj Masfufah Hasyim. (MMA)