Adakan Seminar Online, Pemkot Upayakan UMKM Kota Kediri Tak Gulung Tikar

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Selasa, 30 Juni 2020 14:03 WIB

Sesi pemotretan produk UMKM.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) memberikan berbagai bantuan dan seminar online untuk mendongkrak pemasaran UMKM di Kota Kediri. Hal itu dilakukan dikarenakan banyak pelaku usaha di Kota Kediri yang terancam gulung tikar karena tidak mampu bertahan dan memasarkan produk mereka akibat dampak dari adanya virus corona (Covid-19).

Beberapa pelaku usaha telah dikumpulkan di klinik UMKM untuk melakukan sesi pemotretan produk mereka. Sesi pemotretan ini dilakukan selama 4 hari, dan dalam satu hari ada 5 pelaku usaha yang gilirannya sudah dibagi sesuai urutan.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Bagus Alit mengatakan, Dinkop & UMTK memberikan bantuan berupa foto produk ini bertujuan untuk membuat produk yang mereka jual lebih menarik dan memiliki nilai jual.

"Tidak semua pelaku usaha memiliki kemampuan untuk membuat foto produk mereka lebih menarik, karena itu kami memberikan bantuan kepada mereka dalam hal foto katalog. Nah, foto ini nantinya bisa mereka share melalui media sosial mereka,” ujar Bagus Alit, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut, Bagus mengatakan, selain bantuan foto produk, Dinkop UMTK juga sering menggelar seminar online. Beberapa seminar yang telah dijalankan, yakni bertajuk "Bertahan Menghadapi Covid-19", seminar dengan metode CST (Creative Social and Teamwork), "Media dan Kerja Sama", kemudian "Gerakan Memasarkan Antarpelaku Usaha".

“Selain hal tersebut, Dinkop UMTK juga membantu kepada pelaku usaha dalam pembuatan Nomor Izin Berusaha (NIB) secara online, pembuatan logo dan merek, pembuatan akun google bussines, serta menerima konsultasi usaha secara online, dan pendaftaran merek secara online,” terangnya.

Bagus berharap dengan upaya-upaya tersebut, bisa membuat UMKM di Kota Kediri tetap bisa melebarkan sayapnya dan bersaing di tengah pandemi Covid-19. (uji/zar)