Soal Pilbup Blitar, Marhaenis: Saya Tidak Mau Boros Bicara Soal Pilkada

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Selasa, 30 Juni 2020 15:22 WIB

Rijanto-Marhaenis yang digadang-gadang bakal kembali berduet dalam Pilbup Blitar 2020.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Nama calon bupati dan wakil bupati yang bakal diusung PDIP dalam Pilkada Blitar 2020 terus menjadi pusat perhatian publik. Terlebih, belakangan santer beredar kabar bahwa rekomendasi DPP PDIP bakal kembali diberikan kepada pasangan petahana Rijanto-Marhaenis yang kini masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blitar.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar yang juga Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo membenarkan kabar yang santer beredar itu. Namun untuk informasi lebih detail, dia mengaku tidak mau boros bicara soal pilkada.

"Saya dan teman-teman pengurus sementara memilih silent alias tidak boros berbicara tentang pilkada. Saya tidak mau memancing suasana di Kabupaten Blitar ini jadi tidak enak. Saya ingin rakyat tetap tenang di tengah suasana pandemi ini. Sudah seharusnya kita menunggu surat rekomendasi resmi, jangan sampai seperti bayi prematur," ujar Marhaenis, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut, Marhaenis menuturkan, DPC PDIP taat kepada pimpinan partai serta mengedepankan konsolidasi dengan intern partai serta masyarakat. Namun, jika rekomendasi DPP PDIP benar-benar dipercayakan kembali kepadanya, dia mengaku siap mengawal rekomendasi dan memenangkan siapa pun pasangan yang diusung.

"Monggolah, siapa yang ditunjuk DPP, saya selaku Ketua DPC dan seluruh jajaran pengurus lainnya harus mengawal rekom dan memenangkan rekom siapa pun yang direkomendasikan oleh partai, tuturnya.

"Kita taat kepada pimpinan partai, apa pun keputusannya kami terima. Dan yang terpenting kami ingin selalu dekat dengan rakyat. Selain harus selalu konsolidasi dengan pengurus partai, di tingkat masyarakat juga harus ada komunikasi," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Pilbup Blitar 2015 lalu, agenda tersebut menjadi perhatian publik lokal maupun nasional. Pasalnya, pasangan Rijanto-Marhaenis menjadi calon tunggal melawan bumbung kosong dalam pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali tersebut. (ina/zar)