Sambut New Normal, Bupati Fadeli Resmikan Empat Sekolah Tangguh Semeru

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Nurqomar Hadi
Selasa, 30 Juni 2020 17:01 WIB

Bupati Fadeli saat potong pita peresmian sekolah tangguh didampingi Sekda Yuhronur Efendi.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Lamongan Fadeli meresmikan empat Sekolah Tangguh Semeru, Selasa (30/6). Sekolah yang dijadikan sebagai contoh Sekolah Tangguh Semeru adalah SD Bhayangkari, SDN 4 Made, SMPN 2 Lamongan, dan SMPN 1 Lamongan.

Fadeli yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan, berharap Sekolah Tangguh mampu menjadi inspirasi, contoh disiplin, dan kejujuran dalam menaati protokol kesehatan.

"Mulai dari memastikan semua warga sekolah terlindungi dari penularan dan ancaman Covid-19, menggunakan masker, membiasakan cuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, melakukan pengukuran suhu, serta penyesuaian sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan," ujar Fadeli didampingi Sekda Yuhronur Efendi, Kapolres AKBP Harun, dan Dandim Kolonel Inf Sidik Wiyono.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan peserta didik di sekolah era kenormalan baru meliputi protokol kesehatan saat berangkat ke sekolah (perjalanan mulai dari rumah sampai di sekolah), protokol kesehatan selama di sekolah untuk guru, siswa, dan tendik (aktivitas di sekolah guru, siswa dan tenaga pendidik), protokol kesehatan selama di sekolah untuk siswa (di lingkungan sekolah, di kelas, di lab/tempat praktik, tempat ibadah), serta protokol kesehatan pulang dari sekolah (perjalan mulai dari sekolah sampai di rumah).

Djelaskan Fadeli, saat ini pemerintah bersama GTPPC, Polres, dan Kodim 0812 Lamongan terus berupaya mencari contoh terbaik dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah.

"Empat sekolah yang diresmikan sebagai sekolah tangguh, hanya sebagai contoh, ke depan akan berlaku di semua sekolah di Kabupaten Lamongan," ujarnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Nasional Lamongan, Adi Suwito.

Lebih lanjut Fadeli mengatakan, tanggal 13 Juli 2020 mendatang merupakan tahun ajaran baru, namun bukan berarti saat itu juga peserta didik akan melakukan pembelajaran tatap muka. Sekolah diminta untuk terus mencari dan memberlakukan proses dan bentuk pembelajaran yang dirasa aman, baik itu secara online, offline, campuran (online-offline), ataupun guru kunjung.

“Kita masih menuju normal baru, kita masih terus mencari bentuk sekolah tangguh dan prosesnya itu bagaimana, agar jangan sampai ada masalah dan menimbulkan klaster-klaster baru nantinya,” pungkas Fadeli. (qom/ian)