Pemkab Lamongan Persiapkan Diri Jelang New Normal

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nurqomar Hadi
Senin, 06 Juli 2020 19:19 WIB

Bupati Fadeli bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati, Sekda Yuhronur Efendi, Dandim Letkol Inf. Sidik Wiyono, dan Wakapolres Kompol Dies Fiera Ningtias.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Meski sarana dan prasarana di Kabupaten Lamongan hampir keseluruhannya mulai kembali dioperasikan, namun Lamongan belum menyatakan untuk menerapkan New Normal, melainkan masih dalam tahapan menuju normal baru.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan terus berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan gencar menyosialisasikan kampung-kampung, pondok pesantren, sekolah, kantor, maupun pasar tangguh.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Tim GTPPC Lamongan di Pendopo Lokatantra, Senin (6/7/2020), Bupati Lamongan, Fadeli menyatakan bahwa Lamongan masih berada pada fase kelima tahapan menuju normal baru. Seperti diketahui, untuk menuju normal baru harus melalui lima tahapan, yakni prakondisi, timing, prioritas, tahap koordinasi pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi. Lamongan masih dalam tahap untuk terus berupaya mengevaluasi kesiapan masyarakat menuju normal baru.

Terkait pembukaan tempat-tempat wisata, Bupati Fadeli menyatakan bahwa Lamongan sudah siap membuka dengan syarat pemberlakuan rambu-rambu dan protokol kesehatan, serta pembatasan. Selain itu, terkait rapid test bagi mahasiswa dari Lamongan, bupati menyatakan bebas bagi yang tidak mampu, serta bagi yang berbayar biaya disesuaikan.

Bupati juga berharap calon mahasiswa yang akan melakukan tes masuk perguruan tinggi untuk tetap berhati-hati dan segera kembali ke rumah jika dirasa tidak ada kepentingan lain yang mendesak.

“Mudah-mudahan dengan berbagai upaya ini, tingkat positif di Lamongan dapat terus semakin turun, yang sakit juga segera sembuh,” ujar Bupati Fadeli. 

Selain itu, Bupati Lamongan juga memerintahkan agar terus dilakukan tracing, dan screening sebanyak-banyaknya agar tidak ada satu pun penderita Covid-19 yang terlewatkan.

Sementara itu, Juru Bicara GTPPC Lamongan, Taufik Hidayat mengungkapkan pandangannya terkait perintah bupati tersebut. “Lamongan tidak pernah membatasi adanya swab, swab masih ada, bahkan semenjak di Rumah Sakit dr. Soegiri sudah ada (mesin PCR), kami mengimbau untuk memanfaatkan yang ada di sini agar hasilnya tidak delay dan keluar lebih cepat,” ungkap Juru Bicara GTPPC Lamongan, Taufik Hidayat. (qom/zar)