Keren, ​Baju Tunik Buatan Desainer Asal Sidoarjo Ini Berkonsep APD

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Catur Andy
Jumat, 17 Juli 2020 15:07 WIB

Baju tunik ala APD karya Hariyani Wisnu. (foto: ist).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ide bisa datang dari mana saja, termasuk di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Terinspirasi dari baju APD (Alat Pelindung Diri) yang biasa digunakan oleh tenaga kesehatan, desainer Hariyani Wisnu (41), menelorkan karya baju tunik era normal baru.

Busana era normal baru karyanya terbuat dari batik tulis dipadu dengan kain tenun. Hariyani juga membuat masker dan sarung tangan yang senada dengan setelan busana. "Masker dan sarung tangan kita buat satu paket agar utuh melindungi diri kita sekaligus mengikuti aturan protokol kesehatan," terang Hariyani, Jumat (17/7/2020).

Pemilik rumah mode Yan Khurin yang beralamat di Gang Rahayu RT 5 RW II Desa Gelam, Kecamatan Candi ini juga menghilangkan kancing pada busana karyanya dan menggantinya dengan ritsleting. "Biar seperti baju APD, gampang memakai dan melepasnya. Tidak ribet," beber Hariyani.

Proses pembuatan satu busana era normal baru karya Hariyani membutuhkan waktu sekitar satu bulan. "Prosesnya cukup lama karena kain batik tulis yang kita gunakan, kita buat sendiri mulai dari kain putih," kata Hariyani.

Dalam satu bulan, Hariyani mampu menghasilkan sekitar 15 busana era normal baru yang dijualnya dengan rentang harga mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2,5 juta.

Kerennya, untuk menghasilkan karya-karyanya, Hariyani dibantu belasan pekerja yang merupakan warga sekitar.

Selain membuat busana tunik era normal baru, wanita yang memulai usahanya sejak tahun 2007 lalu ini juga membuat tas dan masker lukis yang dijualnya Rp200 ribu per paket. Untuk promosi, Hariyani memanfaatkan media sosial Instagram dengan akun 'yankhurin' dan beberapa grup WA. (cat/zar)