Tanya-Jawab Islam: Istri Ditinggal Lebih Lima Bulan, Tetapi Masih Diberi Nafkah Setiap Bulan?

Editor: Abdurrahman Ubaidah
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum. Saya mau tanya apa hukumnya jika suami meninggalkan rumah lebih dari 5 bulan, tetapi tetap memberi nafkah tiap bulan apakah bisa rujuk kembali atau tidak, jika bisa bagaimana caranya, Terima kasih.

Jawaban:

Wa alaikumus salam Wr. Wb. Intinya selama selama suami tidak mengucapkan kata talak, cerai, pisah, dan lain-lain secara vulgar, maka ikatan suami-istri (akad nikah) itu tidak bisa putus. Maksudnya, status ibu masih sah sebagai istri bapak.

Jika suami mninggalkan istrinya selama 2 tahun (24 bulan) tanpa mengirim nafkah lahir, dan ketika akad ia tidak mengucapkan ta'liq thalaq, maka istri punya hak untuk mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama, sesuai alamat KTP suami-istri.

Jadi, secara hukum positif CERAI harus berdasarkan putusan Pengadilan Agama.

Jika ketika akad mengucapkan ta'liq thalaq, maka status nikahnya bisa putus sesuai bunyi ta'liq thaaqnya. Tetapi thalaq resminya harus dikeluarkan oleh Pengadilan Agama.Demikian, semoga ibu paham. Wallahu a'lam.