Tanya-Jawab Islam: ​Saya Gay, Ingin Sembuh, Ingin Nikah, Gimana Caranya?

Editor: MMA
Kamis, 20 Agustus 2020 00:17 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum, perkenalkan, nama saya Edo. Saya dapat info nomor WA ini dari situs bangsaonline.com. Saya ingin konsultasi seputar penyimpangan seksual. Saya alami penyimpangan seksual (gay). Ingin akhiri penyimpangan ini, bagaimana caranya? Mengingat usia, apakah saya pantas melanjutkan kehidupan ke jenjang pernikahan tersebut? Lantas bagaimana kiat-kiatnya? Terima kasih.

JAWABAN:

Alaikum salam. Apakah gay yang dimaksud berkelamin laki atau perempuan, atau berkelamin ganda?

Jika hanya berkelamin laki, maka perasaan mencintai sesama laki itu penyakit psikologis yang bisa disembuhkan dengan berusaha sendiri, atau konsultasi dengan psikolog.

Tapi, jika berkelamin ganda, maka harus dilakukan operasi sesuai kecenderungan psikologisnya.

Maka, kalau hanya perasaan saja, hal itu bisa disembuhkan secara mandiri.

Sekarang mulai belajar mencintai perempuan. Bersikap dan berbicaralah sebagai laki-laki. Dengan diiringi doa yang sungguh-sungguh. Insya Allah sembuh.

Ya, latihan dulu, untuk mencintai perempuan. Yang paling penting (kelamin Anda bisa tegak) dan memuaskan pasangan.

Lintasan ingin berhubungan sesama laki-laki, secara perlahan ditinggalkan. semoga sukses!

Mungkin punya kiat-kiat khusus, ustad? Pertama, atur sikap dan suara sebagai ekpresi laki-laki, terutama ketika berhadapan dan berbicara dengan sesama lelaki.

Kedua, jika berhadapan dengan perempuan tunjukkan sikap dan cara bicara Anda sebagai laki-laki.

Ketiga, hilangkan rasa dan bayangan "kenikmatan" jika berhubungan dengan sesama laki-laki.

Keempat, selalu ingat hidup "bergay" itu adalah dosa besar pada Allah dan pelanggaran terhadap norma etika masyarakat.

Jika sudah pernah melakukan penyimpangan, bertekadlah untuk berhenti sekaligus menyalurkan hasrat seksual susuai tuntutan agama dan etika masyarakat. Semoga sukses! Wallahu a'lam.